Diposting Senin, 19 Juli 2010 jam 6:48 pm oleh The X

Isomerisme

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 19 Juli 2010 -


Banyak unsur dapat membentuk dua atau lebih ikatan kovalen, namun hanya beberapa yang mampu menyusun rantai panjang ikatan kovalen. Contohnya adalah karbon. Karbon mampu membentuk empat ikatan kovalen serentak dan dapat berikatan dengan dirinya sendiri tanpa batas. Karbon memiliki enam elektron, dua berpasangan di orbital atom yang terdekat dengan inti. Empat lainnya lebih jauh dari inti dan mampu melakukan ikatan kovalen. Saat ada cukup hidrogen, karbon dapat bereaksi dengannya dan membentuk metana, CH4. Saat keempat pasangan elektron menempati empat orbital molekul energi terendah, molekul ini berbentuk tetrahedron, dengan karbon di pusat dan keempat atom hidrogen di sudut-sudutnya. Panjang ikatan C-H adalah 110 pikometer (1 pikometer = 1 per satu triliun meter), dan sudut antara ikatan C-H berdekatan mendekati 110°. Simetri tetrahedral seperti ini biasa ditemukan dalam senyawa karbon dan menghasilkan kemungkinan struktur yang menarik. Bila dua atom karbon menyatu, dengan tiga atom hidrogen berikatan pada tiap atom karbon, hasilnya adalah molekul etana. Saat empat atom karbon yang disatukan, dua struktur berbeda bisa terjadi: struktur lurus yang disebut n-butana, dan struktur bercabang yang disebut iso-butana. Kedua struktur ini memiliki rumus molekul yang sama, yaitu C4H10, namun susunannya berbeda. Dua molekul berbeda struktur ini disebut isomer struktur. Jumlah isomer struktur yang mungkin menjadi bertambah saat jumlah atom karbonnya semakin banyak. Ada lima isomer untuk C6H14, 75 untul C10H22, dan 6.2 × 1013 untuk C40H82. Saat atom karbon membentuk ikatan dengan atom selain hidrogen, seperti oksigen, nitrogen, dan belerang, kemungkinan strukturnya menjadi semakin besar lagi. Potensi keanekaragaman struktur inilah yang membuat senyawa karbon mendasar bagi mahluk hidup.

Bahkan bila seandainya urutan ikatan senyawa karbon itu tetap, variasi struktur lainnya masih mungkin. Saat dua atom karbon disatukan oleh dua pasangan ikatan elektron, ikatan ganda terbentuk. Ikatan ganda memaksa dua atom karbon dari kelompok yang ditempelinya memiliki struktur planar yang kaku. Hasilnya, molekul seperti CHCl=CHCl dapat hadir dalam dua bentuk berbeda yang disebut isomer geometri. Kekakuan struktur ini juga muncul dalam struktur cincin, dan kelompok yang ditempeli dapat berada dalam sisi yang sama dari cincin ini atau di sisi lainnya.

Contoh ikatan ganda pada senyawa poliena

Masih ada lagi kemungkinan isomerisme saat sebuah atom karbon terikat dengan empat kelompok berbeda. Ia dapat ditempelkan dalam dua cara, satu sebagai cerminan yang lain. Tipe isomerisme ini disebut isomerisme optik, karena kedua isomer mempengaruhi bidang polarisasi cahaya secara berbeda. Dua isomer optik dapat terjadi pada setiap atom karbon yang berikatan dengan empat kelompok berbeda. Untuk molekul yang memiliki 10 atom karbon demikian, isomer total yang mungkin menjadi 210 = 1,024. Biomolekul besar sering memiliki 10 atau lebih atom karbon yang memuat kemungkinan isomer optik demikian. Hanya satu saja yang akan identik dengan molekul alami. Atas alasan ini, sintesis biomolekul di laboratorium sangat sulit. Hanya dalam beberapa dekade akhir abad ke-20 saja para ahli kimia berhasil mengembangkan alat dan proses yang menentukan cara memilih isomer optik yang tepat. Mereka mengharapkan metode sintetik baru akan mampu membuat kita mensintesis produk alami yang lebih kompleks.

Referensi

  1. Chemical Elements.com – An Interactive Periodic Table of the Elements
  2. chemistry.” Encyclopædia Britannica. 2010.
  3. Teacher’s Guide to MicroWorlds Activities
The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.