Diposting Senin, 19 Juli 2010 jam 9:51 pm oleh The X

Atom dan Unsur

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 19 Juli 2010 -


Kimia adalah sebuah sains kumulatif. Seiring bertambahnya waktu, jumlah dan luasnya pengamatan dan fenomena yang dipelajari semakin banyak. Tidak semua hipotesis dan penemuan tahan tantangan. Sebagian diruntuhkan dan dibuang saat pengamatan atau penjelasan yang lebih memuaskan muncul. Walau demikian, kimia memiliki banyak spektrum penjelasan fenomena kimiawi yang bertahan sejak lama. Penjelasan ini memiliki status sebagai teori, yaitu himpunan alat penjelasan saling kait yang bersesuaian dengan fenomena yang diamati. Saat penemuan baru dibuat, para ilmuan berusaha menjelaskannya dengan teori yang sudah ada. Walau begitu, saat penemuan superkonduktor suhu tinggi tahun 1986 misalnya, teori yang sudah ada ternyata tidak mampu meramalkan penemuan ini. Penemuan yang kebetulan, merupakan hal yang berperan penting di masa depan selain ketangguhan teori yang semakin luas. Sekarang kita akan membahas mengenai atom dan unsur secara kimia.

Dalam sudut pandang kimia, atom adalah benda yang tersusun dari tiga partikel dasar: proton, neutron dan elektron. Walaupun proton dan neutron sendiri terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi, substruktur mereka tidak berpengaruh dalam perubahan kimia. Proton membawa muatan +1, dan jumlah proton di inti atom menentukan tipe atom kimiawinya. Atom yang paling sederhana adalah hidrogen. Hidrogen memiliki inti satu proton saja.

Neutron sendiri memiliki massa yang hampir sama dengan proton, namun ia tidak punya muatan. Neutron berdampingan dengan proton dalam nukleus (inti atom) semua atom selain hidrogen. Atom dengan satu proton dan satu neutron di inti atom disebut deuterium. Karena ia hanya punya satu proton, deuterium memiliki sifat kimia yang sama dengan hidrogen, massanya saja yang berbeda. Hidrogen dan deuterium adalah contoh atom yang disebut isotop.

Partikel atom ketiga, disebut elektron. Ia memiliki muatan -1 namun massanya 1836 kali lebih kecil dari proton. Elektron tinggal di daerah ruang di luar inti atom yang disebut orbital. Sebagian orbital berbentuk bola dengan inti atom di pusatnya. Karena elektron memiliki massa yang sangat kecil dan bergerak dengan kecepatan hampir separuh kecepatan cahaya, mereka memiliki dualitas partikel-gelombang yang sama dengan foton (partikel cahaya). Ini artinya, sebagian sifat elektron dapat dijelaskan dengan memandang elektron sebagai partikel, sebagian lagi hanya dapat dijelaskan dengan memandangnya sebagai gelombang. Energi gelombang tegak, seperti dawai yang bergetar, tersebar di daerah ruang yang ditentukan oleh dua ujung tetap dan getaran turun naik ekstrim. Model awal struktur atom melihat elektron sebagai partikel yang mengorbit nukleus, namun orbital elektron sekarang dilihat sebagai daerah ruang yang dicakup oleh gelombang tegak yang disebut fungsi gelombang. Fungsi gelombang ini mewakili daerah ruang di sekitar nukleus dimana kemungkinan (probabilitas) menemukan elektron itu tinggi. Konsep ini berperang penting dalam teori ikatan.

Setiap proton di inti atom membutuhkan satu elektron untuk mencapai netralitas listrik. Jadi, bila jumlah proton di inti meningkat, maka jumlah elektron juga ikut meningkat. Elektron, sendirian ataupun berpasangan, tinggal di orbital yang semakin jauh dari nukleus. Semakin jauh elektron dari inti, semakin lemah ia ditarik oleh proton yang ada di inti, dan karenanya, ia semakin mudah dilepaskan dari atom. Energi yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron dari satu orbital ke orbital lainnya, atau dari satu orbital ke ruang bebas, memberikan kuran tingkat energi orbital tersebut. Energi ini telah ditemukan memiliki nilai yang berbeda dan tetap; dengan kata lain, ia terkuantisasi. Perbedaan energi antar orbital memunculkan pola karakteristik penyerapan atau pemancaran cahaya yang unik bagi setiap atom kimiawi.

Satu atom kimiawi baru – yang disebut unsur – dihasilkan setiap kali satu proton ditambahkan ke inti atom. Terus menerus menambah proton ke inti atom akan membawa pada seluruh unsur yang ada di alam semesta. Sementara itu, senyawa terbentuk saat dua tau lebih unsur berbeda menyatu lewat ikatan atom. Bentuk ikatan demikian adalah akibat dari pemasangan elektron dan menjadi landasan semua kimia struktur.

Referensi

  1. ChemFinder.Com
  2. chemistry.” Encyclopædia Britannica. 2010.
  3. Fact Monster – Chemistry

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.