Diposting Minggu, 18 Juli 2010 jam 8:52 am oleh The X

Biokimia

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 18 Juli 2010 -


Pemahaman mengenai kimia benda tak hidup tumbuh pada abad ke-19, dalam usaha untuk menafsirkan proses fisiologis mahluk hidup dalam hal struktur molekuler dan reaktivitas yang memunculkan disiplin biokimia. Ahli biokimia memakai teknik dan teori kimia untuk menjelajah landasan molekuler kehidupan. Sebuah organisme diselidiki dengan anggapan kalau proses fisiologisnya adalah akibat dari beribu reaksi kimia yang terjadi secara terintegrasi. Ahli biokimia menemukan prinsip kalau transfer energi dalam sel, struktur kimia selaput sel, penyandian dan transmisi informasi pewarisan, fungsi syaraf dan otot, dan jalur biosintetik. Faktanya, biomolekul terkaitnya telah ditemukan untuk mengisi peran yang sama pada organisme yang perbedaannya sebesar bakteri dan manusia. Walau begitu, studi biomolekul memiliki banyak kesulitan. Molekul demikian biasanya sangat besar dan memiliki kerumitan struktur yang tinggi; lebih jauh, reaksi kimia yang dilaluinya biasanya sangat cepat. Pemisahan dua untai DNA, misalnya, terjadi dalam sepersejuta detik. Reaksi yang begitu cepat hanya mungkin lewat tindakan biomolekul perantara yang disebut enzim. Enzim adalah protein yang memiliki sifat percepatan besar akibat struktur kimia tiga dimensinya. Tidak mengejutkan kalau penemuan biokimia memiliki pengaruh besar pada pemahaman dan perawatan penyakit. Banyak penyakit lahir pada metabolisme tubuh telah ditemukan akibat gangguan genetik tertentu. Penyakit lain akibat gangguan jalur biokimia normal.

Setiap saat, semakin banyak gejala penyakit yang dapat disingkirkan oleh obat-obatan, dan juga terus ditemukan agen terapi maupun proses penyakit lewat studi biokimia. Infeksi bakteri dapat diobati dengan sulfonamida, penisilin dan tetrasilin, dan penelitian infeksi virus mengungkapkan efektivitas asiklovir melawan virus herpes. Ada banyak minat dalam mempelajari karsinogenesis dan kemoterapi kanker. Sudah diketahui, misalnya, kalau kanker dapat terjadi saat molekul penyebab kanker, yang disebut karsinogen, bereaksi dengan asam nukleat dan protein dan menghalangi proses alami mereka. Para peneliti telah mengembangkan berbagai uji yang dapat menemukan molekul apa yang kemungkinan bersifat karsinogen. Harapannya tentu saja adalah kemajuan dalam pencegahan dan perawatan kanker yang akan mempercepat landasan biokimia penyakit ini lebih dimengerti lagi.

Landasan molekuler proses biologis adalah tampilan mendasar dari disiplin ilmu biologi molekuler dan bioteknologi. Kimia telah mengembangkan metode-metode untuk menentukan dengan cepat dan teliti struktur protein dan DNA. Selain itu, metode laboratorium yang efisien dalam mensintesis gen sedang dicari. Pada puncaknya, koreksi penyakit genetik dengan mengganti gen yang rusak dengan yang normal menjadi mungkin dilakukan.

Referensi

  1. chemistry. (2010). In Encyclopædia Britannica.
  2. Chemcases.com – General Chemistry Case Studies – Chemistry of How Things Work
  3. General Chemistry Online
The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.