Diposting Sabtu, 17 Juli 2010 jam 9:39 am oleh The X

Kimia Inorganik

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 17 Juli 2010 - Kimia inorganik sama pentingnya dengan kimia organik. Apa saja yang dipelajari bidang kimia inorganik? Temukan jawabannya di faktailmiah.com


Kimia modern, yang berawal dari penerimaan hukum kekekalan massa di akhir abad ke-18, berfokus pada awalnya pada zat yang tidak berhubungan dengan organisme hidup. Studi zat tersebut, yang secara normal sedikit saja atau tidak sama sekali mengandung karbon, menyusun disiplin ilmu kimia inorganik. Studi di awal pertama kelahiran bidang ini mencoba menemukan zat sederhana – yaitu, unsur kimia – yang menyusun semua zat yang lebih kompleks. Beberapa unsur, seperti emas dan karbon, telah dikenal semenjak zaman kuno, dan banyak lagi yang ditemukan dan dipelajari sepanjang abad ke 19 dan awal abad ke 20. Sekarang sudah ada 118 unsur yang diketahui. Studi senyawa inorganik sederhana seperti natrium klorida (garam dapur) membawa pada beberapa konsep dasar kimia modern, hukum keseimbangan definit misalnya. Hukum ini menyatakan kalau untuk zat yang paling murni, unsur penyusunnya selalu ada sebanding dengan massa (contohnya setiap 100 gram garam mengandung 39.3 gram natrium dan 60.7 gram klor).

Bentuk kristal garam, yang disebut halit, tersiri dari salingkait atom natrium dan klor, satu atom natrium untuk tiap satu atom klor. Senyawa demikian, terbentuk semata oleh dua unsur, dan disebut senyawa biner. Senyawa biner sangat umum dalam kimia inorganik, dan memiliki keanekaragaman struktur. Atas alasan ini, jumlah senyawa inorganik terbatas walaupun sejumlah besar unsur dapat bereaksi satu sama lain. Bila tiga atau lebih unsur terkombinasi dalam sebuah zat, kemungkinan strukturalnya semakin besar.

Setelah masa stagnan di awal abad ke 20, kimia inorganik kembali menjadi populer. Senyawa boron dan hidrogen, yang disebut boran, memiliki tampilan struktur yang unik yang memaksa perubahan pola pikir mengenai arsitektur molekul inorganik. Beberapa zat inorganik memiliki tampilan struktur yang sebelumnya dianggap hanya ada dalam senyawa karbon, dan beberapa polimer inorganik pun dibuat.

Keramik adalah material yang terdiri dari unsur inorganik yang berkombinasi dengan oksigen. Selama berabad-abad benda keramik telah dibuat dengan memanaskan wadah yang terbentuk dari mineral bubuk. Walau keramik cukup keras dan stabil pada suhu sangat tinggi, mereka biasanya rapuh. Baru-baru saja, keramik jenis baru ternyata cukup kuat sehingga dapat dipakai sebagai bilah turbin mesin jet. Ada harapan kalau keramik suatu saat akan menggantikan baja dalam komponen mesin bakar internal. Tahun 1987, sebuah keramik mengandung yttrium, barium, tembaga dan oksigen, dengan rumus pendekatan YBa2Cu3O7, ditemukan ternyata bersifat superkonduktor pada suhu sekitar 100 K. Sebuah superkonduktor tidak memiliki hambatan untuk dilalui arus listrik, dan tipe keramik baru ini akan sangat bermanfaat untuk dipakai dalam alat listrik dan magnet. Sebuah keramik superkonduktor begitu sederhana untuk dibuat sehingga ia dapat disiapkan di laboratorium SMA. Penemuannya menunjukkan masih banyak rahasia dalam kimia, sehingga penemuan dasar masih dapat dibuat dengan alat sederhana dan bahan yang tidak mahal.

Banyak pula pengembangan paling menarik kimia inorganik menjembatani celah dengan disiplin ilmu lain. Kimia organometalik menyelidiki senyawa yang mengandung unsur inorganik yang digabungkan dengan satuan kaya karbon. Banyak senyawa organometalik berperan penting dalam kimia industri sebagai katalis, yang merupakan zat yang mampu mempercepat tingkat reaksi walaupun jumlahnya sangat sedikit. Beberapa keberhasilan telah dicapai dalam menggunakan katalis demikian untuk mengubah gas alam menjadi zat kimia yang lebih bermanfaat.

Ahli kimia juga membuat molekul inorganik besar yang memuat inti atom logam, seperti platinum, yang dikelilingi oleh berbagai satuan kimia. Beberapa senyawa ini, yang disebut kluster logam, memiliki ciri logam, sementara yang lain bereaksi seperti sistem biologi. Jejak logam dalam sistem biologi sangat penting dalam proses seperti pernapasan, fungsi syaraf dan metabolisme sel. Proses jenis ini menjadi tujuan studi kimia bioinorganik. Walau molekul organik pernah dipandang sebagai bagian terpisah dari mahluk hidup, sekarang sudah dimengerti kalau kimiawi inorganik berperan penting bagi mahluk hidup.

Referensi

  1. Chemistry for Kids
  2. Chem Tutor
  3. Encyclopædia Britannica. (2010). chemistry.
The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.