Diposting Rabu, 14 Juli 2010 jam 4:44 pm oleh The X

Duluan mana ayam atau telur?

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 14 Juli 2010 -


Ini pertanyaan yang dianggap sebagian besar orang mustahil dijawab. Jika ayam duluan, lalu dari mana ia menetas? Jika telur duluan, dari hewan apa ia keluar? Kesulitan kita menemukan jawaban ini karena kita tidak menerima adanya evolusi. Bagi ahli biologi, jawaban teka-teki ini sudah sangat jelas dan sudah satu setengah abad terjawab.

Ayam pertama haruslah berbeda dari orang tuanya. Perbedaan ini muncul karena perubahan genetik yang menyebabkan burung ini mendapat status sebagai ayam sejati yang pertama. Karenanya sang ayam saat janin, saat ia hidup di dalam telur harusnya memiliki DNA yang sama dengan ayam pertama ini. Dan berarti sejak dalam telur, ia sudah disebut ayam. Induknya adalah hewan yang sangat mirip dengan ayam. Sedikit mutasi mengubah sang anak sehingga walaupun sang ibu tidak bisa disebut ayam, sang anak sudah boleh di sebut ayam. Dan karena ini, maka telur adalah yang pertama.

Tapi masalahnya juga dapat bertambah rumit. Bila kita memandang ayam sebagai anggota dari subspesies Gallus gallus domesticus (subspesies ayam hutan yang ber evolusi di Asia Tenggara dan sudah diternakkan selama paling tidak 10 ribu tahun), kita dapat bertanya kapan anggota spesies ini muncul pertama kali (dan apakah ia dalam bentuk ayam atau bentuk telur). Namun spesiasi bukanlah proses yang terjadi seketika, sim salabim, kun fayakun, atau terjadi secara individual. Perlu bergenerasi generasi perubahan bertahap untuk sekelompok hewan sehingga berhenti saling kawin dengan kelompok lainnya. Hanya di saat itulah kita dapat mengatakan kalau spesiasi telah terjadi. Dilihat seperti ini, tidak masuk akal mengatakan kalau ayam duluan atau telur duluan. Yang ada hanyalah kelompok ayam pertama – sebagian, bentuknya masih dalam telur.

Kalau kita melepaskan persyaratan spesies, maka perbandingan antara telur dan ayam menjadi sangat besar. Invertebrata seperti spons memiliki telur primitif, yang berarti telur sudah ada sebelum ledakan keanekaragaman hayati Kambria, 530 juta tahun lalu. Ikan dan amfibi memiliki telur gelatin; leluhur reptil dan burung memiliki telur pertama yang bercangkang 340 juta tahun lalu, dan inovasi yang memungkinkan telur mereka bertahan hidup dan mengeluarkan anak di daratan kering, memungkinkan kemunculan vertebrata darat jauh sebelum ayam pertama berkokok.

Jadi dalam biologi, dua berpendapat kalau telur duluan, satu berpendapat kalau pertanyaan ini tidak bermakna, dan tidak ada yang setuju kalau ayam duluan. Bagi anda yang memilih ayam pertama, silakan ajukan argumen anda, tentunya secara ilmiah.

Sumber : Moyer, M. 2009. Egg: The answer to the age-old riddle is biologically obvious. Scientific American, September 2009, hlm. 77

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.