Diposting Selasa, 13 Juli 2010 jam 5:12 am oleh The X

Mengajarkan Teori Evolusi menggunakan Analogi Evolusi Aliran Musik

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 13 Juli 2010 -


Seorang teman saya bercerita kalau temannya, seorang guru biologi, mengajarkan teori evolusi menggunakan analogi evolusi musik. Para siswa menjadi senang dan paham banyak hal, tanpa mengalami miskonsepsi yang terlalu banyak (saya tidak yakin kalau tidak ada miskonsepsi, karena teknik yang digunakan adalah analogi). Mari saya ajak anda berkhayal tentang seorang guru di kelas dan para siswanya.

Bu Nina meminta anak muridnya untuk menyebutkan satu persatu genre musik favorit mereka. Anak-anak remaja ini sangat hapal dengan musik dan dengan lancar mereka menyebutkannya. Ada rock, jazz, new age, klasik, nasyid, metal, dangdut dan tentu saja, pop. Bu Nina mendaftarkan genre-genre tersebut di white board dan mengatakan akan bercerita tentang sejarah musik.

Musik rock adalah musik yang baru berkembang pada tahun 1960an. Musik ini merupakan hasil pengembangan dari rock n roll yang sudah berkembang tahun 1950an. Maka bu Nina menulis rock n roll dan membuat panah dari rock n roll ke rock. Tahun 1970an, musik rock memiliki beberapa cabang baru, yaitu metal, fusion, dan punk. Maka bu Ani membuat tiga cabang dari rock menuju metal, fusion dan punk.

Kemudian bu Nina pindah ke jazz. Jazz merupakan aliran musik yang lebih tua dari rock. Ia berasal dari tahun 1920 dan tampaknya merupakan hasil evolusi dari March, sebuah aliran yang sampai sekarang masih dapat anda dengar saat grup drum band sekolah berlatih dan berparade. Lalu bu Nina menulis March dan membuat cabang ke Jazz. Dari Jazz bu Nina membuat tiga cabang, Swing, Regge dan Ska. Ini menunjukkan kalau Jazz berevolusi menjadi tiga jenis musik ini.

Musik New Age lebih rumit. Namun pada dasarnya, musik new age adalah sebuah bentuk revivalisme, pengembalian musik klasik non eropa. Dalam new age ada musik jepang, campur sari, meditasi, india, arab, hingga indian. Untuk itu, bu guru menyingkatnya menjadi musik tradisional. Dari musik tradisional ini, sebuah cabang ditarik ke New Age.

Musik klasik lebih mudah karena studi musik jenis ini sangat mendalam. Ibu Nina menulis kata barok di bawah musik klasik. Lalu di bawah barok ditulis renaisans, kemudian gereja, dan di bawah gereja ditulis yunani. Lalu ibu Nina menulis di atas klasik, kata Romantis. Ibu Nina lalu membuat panah lurus ke atas dari Yunani, dari panah ini dibuat ranting, yang bercabang mulai dari gereja, terus ke renaisans, terus ke barok, klasik dan romantis. Sebuah cabang lengkap. Cara lainnya yang bisa digunakan adalah langsung menembus tiap kata, dari yunani ke gereja, terus ke renaisans, kemudian barok, terus ke klasik hingga ke romantis.

Nasyid berasal dari tradisi islam. Karenanya, ibu Nina langsung menarik panah dari kata tradisional menuju ke Nasyid. Musik metal telah memiliki panah dari rock, karenanya ibu Nina tidak lagi membuatnya. Tapi ibu Nina menambahkan cabang dari metal, menjadi hardcore, grindcore, black metal dan gothic.

Dangdut juga sudah jelas berasal dari musik tradisional. Tapi ibu nina tidak langsung membuat panah dari tradisional ke dangdut, tapi ia menulis kata India. Ini menunjukkan kalau musik dangdut merupakan evolusi dari musik india. Tapi Dari india, ibu Nina menarik garis ke tempat lain dan disini ditulisnya Melayu. Dari musik melayu, barulah ibu Nina menarik garis ke dangdut. Ibu Nina juga menambahkan portugis sebagai cabang dari tradisional, dan dari portugis, ibu Nina membangun panah baru ke keroncong.

Terakhir adalah musik pop. Ini cukup mudah dilakukan oleh Ibu Nina. Dia tinggal menarik garis dari Rock N Roll ke pop, menunjukkan kalau musik pop berevolusi dari rock n roll.

Sekarang kita punya empat kata yang belum punya asal usul. March, rock n roll, tradisional dan yunani. Yunani dapat langsung ditarik asal usulnya dari tradisional. Rock n roll langsung ditarik dari jazz. Sekarang tinggal march dan tradisional. Ibu Nina bercerita sebentar mengenai bagaimana musik March sebenarnya berasal dari musik opera, yang merupakan turunan barok. Dia pun membuat panah dari barok, terus ke opera dan berujung di jazz. Pohon evolusi musik telah lengkap.

Pohon evolusi musik

Klik gambar ini untuk melihat pohon evolusi musik.

Sekarang bandingkan pohon evolusi musik ini dengan pohon evolusi organisme.

Pohon evolusi organisme

Klik gambar ini untuk melihat pohon evolusi organisme.

Dengan mengajarkan teori evolusi lewat analogi evolusi musik ini, paling tidak ada 4 miskonsepsi yang bisa dihindari.

  1. Manusia berevolusi dari monyet

Ini mungkin miskonsepsi terbesar tentang evolusi. Katakanlah dalam pohon evolusi musik kita, manusia diwakili oleh Black Metal. Black metal merupakan cabang dari metal. Walau begitu, monyet bukanlah metal, tapi, katakanlah gothic. Metal adalah leluhur bersama black metal dan gothic. Leluhur bersama manusia dan monyet sendiri adalah sebuah organisme purba, yang sekarang telah punah, namun fosilnya masih ada dan namanya Darwinius masillae. Bentuknya mirip lemur dan mirip primata sekaligus. Anda juga bisa menunjukkan leluhur yang masih hidup sekarang dari pohon evolusi, seperti misalnya coelacanth. Ikan ini merupakan bentuk purba dari leluhur manusia. Dalam analogi kita, coelacanth dapat diposisikan di Jazz.

  1. Evolusi bicara tentang asal usul seluruh mahluk hidup

Dari pohon evolusi musik, kita punya akar pada musik tradisional. Tapi dari sini, kita bisa memecah lagi musik tradisional menjadi banyak jenis musik. Musik eropa, musik afrika, musik amerika, dsb. Sama halnya dengan evolusi, kita hanya membahas pohonnya, bagaimana cabang-cabang diletakkan dan bukti-buktinya. Kita tidak bicara mengenai akar dari pohon ini. Akarnya adalah teori abiogenesis dan bukan teori evolusi.

  1. Evolusi seperti mendaki tangga dimana manusia adalah puncaknya

Dari gambaran di pohon evolusi musik, sangat jelas kalau black metal bukanlah musik terbaik. Beberapa siswa malah membencinya atas berbagai alasan. Begitu pula manusia, tidak istimewa posisinya dalam pohon evolusi. Kita dan organisme lain, black metal dan aliran musik lain, semua berkedudukan sama di pohon evolusi. Beberapa organisme mungkin lebih purba, sama halnya antara jazz dan black metal, tapi jazz tetap dapat hidup. Ada juga musik yang punah, sama halnya dengan punahnya organisme yang membuat rantai evolusi sulit ditelusuri. Organisme punah ini seperti punahnya musik yunani atau musik March dalam pohon evolusi musik kita.

  1. Evolusi terjadi karena kebetulan

Tampak jelas dari pohon evolusi musik kita, tiap aliran musik baru muncul disebabkan oleh adanya perubahan selera dan juga usaha coba-coba. Saya ingin membuat aliran musik yang baru, kata the Beatles, dan mereka mencobanya. Orang menjadi suka, dan kemudian banyak bermunculan band yang meniru the Beatles, dan muncullah aliran musik pop. Hal ini menggambarkan konsep mutasi. Usaha coba-coba the Beatles merupakan pertaruhan, perbedaannya adalah the Beatles melakukannya dengan sengaja, mutasi terjadi secara tidak sengaja. Pertaruhan, apakah the Beatles akan mampu menarik hati masyarakat atau tidak, merupakan gambaran konsep seleksi alam. Bila masyarakat tidak suka, the Beatles tidak akan mengukir sejarah dan aliran yang dibawanya punah. Sama halnya dengan seleksi alam pada mutasi. Sejauh mutasi itu bermanfaat bagi kelangsungan hidup organisme hingga ia dapat berkembang biak, maka mutasi itu akan terlestarikan dan diturunkan pada keturunan organisme tersebut.

Ini adalah empat miskonsepsi yang dapat dihindari lewat analogi pohon evolusi musik. Sebaliknya, mungkin ada dua miskonsepsi yang mungkin muncul dan harus segera di antisipasi.

  1. Evolusi merupakan pencampuran spesies berbeda

Miskonsepsi ini mungkin muncul akibat perbedaan dasar antara evolusi kebudayaan dengan evolusi biologis. Pada contoh musik, setiap aliran musik baru merupakan kombinasi dari aliran musik lain. Rock bukan hanya dari rock n roll, ia juga memiliki komponen country, blues dan rockabily. Karena itu, perbedaan ini harus segera dijelaskan pada siswa. Organisme berbeda, mereka murni baru. Spesies muncul bukan dari perkawinan antara dua spesies berbeda, tapi muncul karena mutasi yang diseleksi oleh alam.

  1. Evolusi adalah usaha sadar organisme

Seperti contoh the Beatles, band ini dengan sengaja membuat inovasi sendiri musiknya. Evolusi yang merupakan usaha sadar organisme merupakan konsep evolusi Lamarck, yang sudah terbukti salah. Seorang tidak punya anak yang kekar walaupun saat remaja, sang bapak latihan otot bina raga hingga jadi juara dunia. Mutasi terjadi pada gen saat pembelahan sel. Dan pembelahan sel ini terjadi saat sperma bertemu dengan ovum. Alam menseleksinya. Mutasi bukanlah sesuatu yang sadar. Tidak ada orang tua yang mampu menentukan anaknya mengalami mutasi sehingga menjadi manusia berkaki tiga, misalnya. Memang seandainya sang anak yang berkaki tiga ini mampu bertahan hidup dan kawin dengan manusia lainnya dan mengembangkan keturunan berkaki tiga, maka kita punya evolusi baru manusia. Tapi mutasi umumnya netral dan tidak pernah seleksi alam membantu perubahan drastis. Perubahan kaki tiga tidak diperbolehkan (akibatnya kita tidak pernah ingin punya anak kaki tiga), tapi anak yang memiliki kaki sedikit lebih kuat, atau sedikit lebih panjang, diperbolehkan. Hal ini harus diajarkan dengan segera agar tidak terjadi miskonsepsi.

Demikianlah kajian saya mengenai penggunaan evolusi musik untuk menggambarkan teori evolusi pada siswa. Mudah-mudahan guru biologi dapat mempertimbangkan metode ini untuk mengajarkan teori evolusi pada siswa.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.