Diposting Selasa, 13 Juli 2010 jam 9:54 pm oleh The X

Evolusi Plastisitas Fenotipik Tanaman

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 13 Juli 2010 -


Carl D. Schlichting

Program Studi Ekologi, Jurusan Biologi, Pennsylvania State University, AS

Sumber : Annual Reviews Ecol. Syst. 1986 17: 667 – 93

Pendahuluan

Plastisitas fenotipik adalah kemampuan sebuah organisme individual untuk merubah fisiologi/morfologinya dalam merespon perubahan kondisi lingkungan. Kemampuan ini penting khususnya bagi tanaman, yang gaya hidupnya sesil sehingga berhadapan dengan kondisi-kondisi ambang. Tinjauan ini berfokus pada isu terkait dengan evolusi plastisitas fenotipik tanaman – faktor-faktor yang berperan dalam perbedaan plastisitas antar populasi atau spesies (misalnya seleksi, apungan), keberadaan variasi plastisitas dalam taksa, hubungan antara korelasi karakter dan plastisitas karakter, dan peran ekologi plastisitas fenotipik. Sebagai tambahan, sebuah bagian disediakan untuk memperkenalkan metode dan masalah analisa data dari eksperimen plastisitas. Sebagai aturan umum, referensi disediakan sebagai gerbang masuk ke literatur dan tidak memberikan daftar yang sangat panjang. Tinjauan Bradshaw merupakan pendahuluan terbaik mengenai subjek ini; tinjauan ini ditujukan untuk melengkapinya, bukan menggantikannya.

Pemahaman kalau tanaman merespon secara morfologis pada perubahan lingkungan telah lama diketahui. Karya Tureson, Clausen et al, dan lainnya secara tegas mendokumentasikan sifat dan keluasan respon fenotipik pada beragam lingkungan. Contoh klasik antara lain daun yang ada di bawah sinar matahari vs di bawah bayangan, heterofili, kendali lingkungan pada kleistogami, dan respon pada herbivori, penyiangan rumput, dan kompetisi semua menunjukkan kasus plastisitas fenotipik. Ini termasuk contoh-contoh yang mendukung pendapat bahwa respon plastis bersifat adaptif. Perhatikan, walau begitu, bahwa definisi plastisitas fenotipik tidak mengimplikasikan kalau respon demikian harus adaptif.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.