Diposting Senin, 12 Juli 2010 jam 8:19 am oleh The X

Penemuan Planet baru, WASP-3c

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 12 Juli 2010 -


Sebuah tim astronom dari Jerman, Bulgaria dan Polandia telah menggunakan teknik yang sepenuhnya baru untuk menemukan planet luar tata surya yang eksotik. Pendekatan ini cukup sensitif untuk menemukan planet sekecil bumi yang mengorbit bintang lain. Kelompok ilmuan yang dipimpin oleh Dr Gracjan Maciejewski dari Universitas Jena di Jerman, menggunakan Variasi Pewaktuan Transit (TTV) untuk mendeteksi planet dengan massa 15 kali massa bumi pada sistem WASP-3, 700 tahun cahaya dari matahari di rasi bintang Lyra.

TTV dijadikan teknik baru menemukan planet beberapa tahun lalu. Transit terjadi saat sebuah planet bergerak di depan bintang yang ia kitari, yang membuatnya menghalangi sebagian sinar dari bintang tersebut. Sejauh ini, metode gerhana ini mampu menemukan sejumlah planet dan telah diterapkan dalam misi luar angkasa Kepler dan Corot untuk mencari planet yang serupa dengan bumi.

Bila sebuah planet besar ditemukan, maka gravitasi dari planet tambahan yang lebih kecil akan berdansa dengan planet yang besar, menyebabkan penyimpangan siklus transitnya. Teknik TTV membandingkan penyimpangan dengan prediksi yang dibuat oleh komputer sehingga memungkinkan para astronom menyimpulkan makeup sistem planet tersebut.

Untuk pencarian ini, tim peneliti memakai teleskop 90 cm di Observatorium Universitas Jena dan teleskop 60 cm di Observatorium Astronomi Nasional Rohzen di Bulgaria nutuk mempelajari transit WASP-3b, sebuah planet besar dengan massa 630 kali massa bumi.

“Kami mendeteksi variasi periodik dalam waktu transit WASP-3b. Variasi ini dapat dijelaskan kalau ada planet tambahan dalam sistem tersebut, dengan massa 15 kali massa bumi (seperti planet Uranus) dengan periode 3.75 hari,” kata Dr Maciejewski.

“Sesuai aturan internasional, kami menamakan planet ini WASP-3c.” Planet yang baru ditemukan ini adalah salah satu planet paling ringan yang diketahui hingga kini dan juga planet paling ringan yang diketahui mengelilingi sebuah bintang yang lebih masif dari matahari kita.

Ini pertama kalinya sebuah planet luar tata surya ditemukan menggunakan metode ini. Pendekatan TTV adalah teknik deteksi tidak langsung, seperti metode transit yang sebelumnya telah berhasil.

Planet yang baru ini tampaknya terjebak dalam orbit luar, dua kali lebih jauh daripada orbit planet yang lebih masif. Konfigurasi demikian mungkin disebabkan oleh evolusi awal sistem tersebut.

Metode TTV sangat menarik karena ia sangat sensitif pada planet pengganggu yang kecil, bahkan seukuran bumi. Sebagai contoh, sebuah planet bermassa bumi akan menarik sebuah planet gas raksasa yang mengorbit dekat bintangnya dan menyebabkan pergeseran dalam waktu transit planet yang besar hingga satu menit lamanya.

Ini cukup besar untuk dapat dideteksi oleh teleskop kecil berdiameter 1 meter dan penemuannya dapat di follow up dengan instrumen yang lebih besar. Tim ilmuan ini sekarang menggunakan teleskop Hobby-Eberly 10 meter di Texas untuk mempelajari WASP-3c lebih detil.

Saat ini para ilmuan telah menemukan 446 planet di luar tata surya. Bila keberadaan planet WASP-3c dikonfirmasi oleh penelitian lainnya, maka ini akan menambah daftar menjadi 447 planet. Silakan anda baca sendiri laporan penelitiannya disini :

Monthly Notices of the Royal Astronomical Society

Referensi : Maciejewski G., Dimitrov D., Neuhäuser R., Niedzielski A., Raetz St., Ginski Ch., Adam Ch., Marka C., Moulla M., Mugrauer M. 2010. Transit timing variation in exoplanet WASP-3b. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, 2010;

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.