Diposting Senin, 12 Juli 2010 jam 7:37 am oleh The X

Apakah Bulan Pernah Terbelah?

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 12 Juli 2010 -


Bulan pernah terbelah. Yup. Seorang teman saya mengatakan ke Saya kalau dia punya bukti bulan pernah terbelah. Saya skeptik waktu itu. Beliau mengatakan profesor geologi bernama Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menemukannya dan ia menunjukkan fotonya. Ini fotonya

Nah, sebagai pemikir kritis, apa yang pertama anda lakukan?

Pertama, meminta klarifikasi dengan memberikan pertanyaan.

Kedua, memeriksa bukti.

Ketiga, memeriksa kesesuaian bukti yang diberikan dengan pengetahuan sebelumnya.

Keempat, memeriksa kredibilitas sumber bukti.

Kelima, melakukan pengamatan sendiri.

Keenam, melakukan induksi dan deduksi.

Ketujuh, membuat dan menilai kesimpulan.

Kedelapan, menemukan definisi.

Kesembilan, menemukan asumsi.

Kesepuluh, menemukan alternatif ketiga dan seterusnya.

Kesebelas, menetapkan posisi.

Karakteristik di atas adalah langkah umum berpikir kritis. Banyak ahli berpendapat berbeda mengenai langkah apa, tapi ini adalah yang umum di kalangan ilmiah. Sumbernya dari pakar berpikir kritis bernama Ennis.

Sekarang kita terapkan pada kasus klaim bulan pernah terbelah.

  1. Mengajukan pertanyaan.

Pertanyaan yang langsung muncul begitu klaim ini diajukan ke saya adalah apa buktinya? Dan beliau memberikan sebuah foto dan sebuah nama. Oke, ada yang lain? Penemuan rilles oleh NASA pada tahun 1970. Sip. Sekarang langkah kedua.

Peta kontur rima yang ada di bulan

  1. Memeriksa bukti.

Foto bulan pernah terbelah seperti di atas merupakan satu saja dari sekian banyak foto bulan. Sekarang apakah foto tersebut menunjukkan benda pernah terbelah? Bila anda memiliki sebuah benda bulat, terbelah dua, lalu disatukan kembali, apa tampilan morfologi yang akan tampak jelas pada benda tersebut? dia akan memiliki celah yang dalam dan menghubungkan satu celah dengan celah bekas bukaan lainnya yang ada di sebelah belakangnya. Adakah bukti ini diberikan selain foto di atas? Nope.

Kemudian tentang sumber klaim, sang profesor. Itu nanti saja di bagian lain membahasnya. Dan terakhir foto penemuan rilles tahun 1970 oleh Asosiasi Geofisika Amerika. Dari tahunnya kedengaran sangat kuno. Orang sudah maju sekarang dalam astronomi. Saat itu asal usul rilles tidak diketahui orang, sekarang kita sudah banyak tahu. Let me tell you.

  1. Pengetahuan yang telah ada

Rille adalah sebuah lembah panjang dipermukaan bulan. Ada banyak rille. Rille Hadley, berupa lembah yang panjangnya 125 km, dalamnya 400 m dan lebarnya hampir 1500 m di daerah terlebarnya. Ia terbentuk dari lava basaltik cair yang mengikis permukaan bulan sepanjang basis Apennine Front (yang dijelajahi oleh para astronot Apollo 15 tahun 1971)

Rima Hadley dilihat dari dekat

Rima Hadley yang panjangnya 120 km

Rima Fresnel 1 di Pegunungan Apennine Bulan

Detil permukaan Mare Serenitatis Apollo 17

Gagasan kalau rille adalah bekas terbelahnya bulan tidak ditemukan dalam pendapat ilmuan. Hipotesis yang ada pada saat ditemukannya rille adalah ia merupakan retakan di permukaan bulan. William Pickering berpendapat kalau itu adalah aliran air. Dan akhirnya, para ilmuan berdebat dan dukungan bukti terkuat yang menjadi teori standar sekarang adalah bahwa rille merupakan bekas aliran lava di sepanjang permukaan atau di bawah tanah bulan (tabung lava) yang kemudian runtuh dan terlihat dari permukaan.

Rille di Lembah Schroeter lebih besar dan lebih panjang dari rille apapun yang ada di bumi. Hal ini karena permukaan bumi memiliki atmosfer sehingga lava yang mengalir di permukaan bumi tetap mempertahankan panasnya. Atmosfer bersifat isolator. Di bulan, tidak ada atmosfer. Panas dapat dengan sangat mudah lepas. Di bumi, saat lava mengalir dalam jarak yang panjang (beberapa puluh kilometer), pendinginan di permukaannya menyebabkan “atap” terbentuk. Akibatnya bagian cair hanya mengalir di bawahnya dan membentuk tabung lava. Dan ini mengapa tabung lava dapat mencapai panjang yang lebih jauh lagi daripada di permukaan bumi.

Gambar berikut menunjukkan tabung lava terpanjang di bumi, yang berada di Barker’s Cave Australia. Panjangnya 35 km dan tingginya 35 meter. Alasan kenapa ia bisa sepanjang ini adalah adanya kerak isolasi yang terbentuk di permukaannya, sehingga lava dibawahnya mampu mempertahankan panas dan terus mengalir di bawah permukaan. Tidak ada peristiwa demikian terjadi di Lembah Schroeter: Mustahil mempeertahankan atap batuan selebar 1 kilometer, dan tidak ada bukti keruntuhan atap.

Tabung lava di Goa Barker Australia

Dalam penelitian Strain dan El Baz (1976), lima rille sinus di dataran basal daerah pegunugan Harbinger bulan dipelajari. Data topografi lengkapnya dibuat dan mereka mempelajari secara detil rille yang ada. Panjang rille mulai dari 12 hingga 79 km dan lebarnya dari 0.8 hingga 4.8 km.Kedalamannya beragam dari 100 hingga 300 meter dan rille tampak semakin dangkal ke utara. Ujung selatan rille dicirikan oleh depresi dari sirkular hingga menanjak yang terjadi pada sebuah kubah berdiamater 30 km yang mungkin berasal dari letusan gunung berapi bulan. Studi mereka menemukan kalau kemiringan adalah faktor yang menentukan arah rille, bukannya pola struktur regional. Data topografis mendukung teori kalau rille terbentuk dari saluran atau tabung lava.

Beberapa bentuk rima yang berseliweran di permukaan bulan (Credit : NASA)

Perlu diperhatikan kalau rilles biasanya ditemukan di maria (dataran gelap bulan). Ia hanya ada di daerah yang tidak turun naik, dan bentuk rilles seperti ular. Persis seperti sungai yang ada di bumi, dan ini mengapa pada awalnya ilmuan mengira kalau rille adalah sungai purba di bulan. Walau begitu, sampel batuan yang dibawa ke Bumi menunjukkan tidak adanya air dan studi-studi setelah Strain dan El-Baz (1976) menunjukkan kalau ia aliran lava.

Rilles lain yang sangat banyak ditemukan di kompleks Marius Hills di Oceanus Procellarum. Kompleks ini terbangun lebih dari 50 gunung berapi. Keberadaan rille yang sangat banyak di sekitar gunung berapi ini, sekali lagi, mendukung teori kalau rille berasal dari aliran lava. Lebih jauh lagi, ilmuan sudah menentukan kapan ini terjadi. Aliran lava yang membentuk rille terjadi 3 hingga 4 miliar tahun lalu.

Dinding rille di Lembah Schroeter juga miring dan dalam. Sekarang kemana lavanya? Sebuah saluran air bisa membuat air terserap ke dalam tanah atau menguap ke luar angkasa. Namun lava yang mengalir memakan materi permukaan tentunya ada. Namun, yang ada di bulan, semata saluran seperti ular yang terus berkelok hingga akhirnya lenyap begitu saja. Dan perlu di ingat, kalau rille tidak menciptakan maria tempat ia berada. Ia memotong maria yang sudah ada. Materi yang pernah berada di saluran ini semata lenyap begitu saja.

Tampaknya, hanya sebagian saja rille yang ada di bulan dihasilkan dari formasi saluran lava. Ada tiga kategori rille, yaitu sinus, arkuata dan linier. Dengan menelusuri rille, pada ujungnya kita akan mendapatkan sebuah celah vulkanis tua. Rille di Vallis Schroteri yang berada di plato Aristachus memang berujung di celah vulkanis tua, bukannya lenyap begitu saja.

Perdebatan kalau rille adalah saluran sungai, retakan ataupun aliran lava, sebenarnya ada sebelum misi Apollo. Klaim kalau itu adalah tanda terbelahnya bulan belum ada hingga Apollo mengambil potretnya dari dekat. Kenapa tiba-tiba muncul teori ini? kita akan membahasnya dalam langkah menemukan asumsi.

Sebuah rima linier di bulan

Foto yang diberikan teman saya, setelah diperiksa, ternyata berasal dari potret Apollo 10. Ini adalah potret rilles linier Rima Ariadaeus. Karena bentuknya yang linier, bagi orang awam tampak kalau ini berkas terbelahnya bulan. Tapi, silakan zoom out menggunakan Google Earth (ganti view menjadi Moon). Ini adalah sederetan screen shot yang saya lakukan pada lokasi tersebut. Tampakkah ia seperti bekas terbelahnya bulan?

Dasar Rima Ariadaeus

Rima Ariadaeus di lihat dari ketinggian 260 km (Credit : Google Earth)

Citra Rima Ariadaeus dari atas

Potret Rima Ariadaeus dari ketinggian 260 km (Credit : Google Earth)

Rima Ariadaeus dari ketinggian 1041 km

Rima Ariadaeus dari ketinggian 14167 km

Oh iya, pola persegi panjang terang seperti plaster di atas itu bukan bekas terbelahnya bulan loh. Itu citra terbaru satelit penjelajah bulan. Google Earth selalu meng update tampilannya dan karenanya tingkat jelas tidaknya beberapa lokasi tidak seragam.

Rima Ariadaeus panjangnya lebih dari 300 meter. Rima ini termasuk bagian yang relatif muda, karena hanya ada beberapa kawah yang menindihnya. Ujung timur dari Rima ini adalah kawah Ariadaeus, seperti yang anda lihat dalam foto.

Walau begitu, tampaknya tidak ada asosiasi antara rima Ariadaeus dengan vulkanisme. Para ilmuan berpendapat kalau ia adalah bentuk ekstrim dari evolusi rille dengan sedikit sekali pengaruh vulkanisme. Gradasi ini adalah rille linier (seperti Ariadaeus) yang sangat sedikit dipengaruhi vulkanisme, rille melengkung yang sedang dipengaruhi, dan rille sinus (seperti Schroteri) yang paling dipengaruhi oleh vulkanisme.

Lalu apa penyebab adanya rima Ariadaeus kalau bukan vulkanisme? Apakah karena bulan pernah terbelah? Tampaknya tidak sama sekali. Formasi seperti Ariadaeus ada di bumi. Namanya Graben. Graben terbentuk saat sebuah bagian kerak bumi (atau bulan) runtuh antara dua garis paralel. Keberadaan graben merupakan indikasi adanya gaya tensi dan peregangan kerak, bukannya kalau bumi atau bulan pernah terbelah. Kita punya banyak graben terkenal di bumi. Bahkan, daratan terdalam di benua Afrika, yang disebut depresi Afar, adalah sebuah graben. Lembah retakan di Afrika Tengah adalah sederetan graben, yang memuat negara Kenya, Uganda, Burundi, Rwanda dan Tanzania hingga ke Malawi. Apakah ini bukti bumi pernah terbelah? Dimana bagian lain belahannya?

Yup. Untuk memeriksa ini, silakan lihat bagian belakang Ariadaeus, menembus bola bulan.

Bagian belakang Rima Ariadaeus menembus bulan

Bagian belakang rima ariadaeus dari ketinggian 864 km

Lihat gambar di atas. Itu bagian belakang rima Ariadaeus. Apakah ada rille disana? Yang ada malah kawah besar.

Rille di dekat kompleks Mons Rumker

  1. Kredibilitas sumber bukti

Saya sudah memberikan sumber saya dalam referensi di bawah. Dari bidang geologi, mineralogi, dan geokimia. Sekarang bagaimana dengan teman saya? Ia hanya mengutip klaim yang dibawa tahun 1970 dengan referensi yang tidak jelas dan sudah digugurkan. Ia juga merujuk pada seseorang bernama Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, seorang profesor geologi dari Inggris. Di dunia ilmiah, sangat wajar bila seorang akademisi seperti profesor, apalagi dari negara maju, memiliki profil online langsung dari universitasnya, dan seringkali disertai bahan kuliah atau artikel hasil penelitian. Mari kita cari dengan bantuan google.

Menariknya sang profesor memiliki situs tersendiri dan beberapa video di youtube yang menunjukkan topik yang sama, bulan terbelah. Siapa sang profesor ini? beliau adalah profesor geologi, kepala Komite Ilmiah dalam keagungan Quran dan kemurnian Sunnah (Committee on Scientific Nations in the Glorious Qur’an & Purity Sunnah), Konsul Agung Masalah Islam, Kairo, Mesir.

Sekarang, sebagai profesor tentunya ia punya hasil penelitian ilmiah yang dapat diperiksa. Tapi mengejutkannya, situs beliau elnaggarzr.com, sama sekali tidak memiliki referensi ilmiah, daftar publikasi ilmiah ataupun tulisan yang bisa dikatakan ilmiah dengan mengutip sumber-sumber ilmiah, teori ilmiah, metodologi dan penyajian data secara ilmiah. Situsnya justru memuat beberapa artikel pengulangan yang sudah pernah ada sebelumnya tanpa revisi baru dan juga ada bagian penjualan DVD online yang menampilkan foto beliau. Lulusan mana, apa judul disertasinya, sama sekali tidak ada.

Penelusuran lebih jauh justru menemukannya CV nya pada sumber sekunder yang bisa anda tebak, juga satu pandangan dengan sang profesor. http://www.irf.net/index.php?option=com_content&view=article&id=218%3Abio-data-zaghloul-al-najjar+&catid=57%3Aorators-international&Itemid=174 yang mengatakan kalau ia meraih doktor geologi dari University of Wales. Beliau memiliki 25 penghargaan ilmiah, 16 diantaranya dari dunia Arab, India dan komunitas muslim di Selandia Baru. Sisanya adalah penghargaan di bidang perminyakan semata, bukannya sains planeter seperti para profesor yang saya kutip di referensi. Dan dari sekian banyak penghargaan ini, delapan memiliki predikat X-fellow. Saya tidak tahu apa itu predikat x karena setelah melihat ke situs asosiasi terkait, tidak ada yang namanya x fellow. Mungkin yang dimaksud adalah bekas anggota. Pertanyaan lebih jauh mungkin adalah kenapa ia berstatus bekas anggota? Apakah bekas anggota termasuk sebuah penghargaan? Bagaimana seandainya anda dikeluarkan dari sekolah dan status anda bekas siswa di sekolah tersebut, dan ini menunjukkan sebuah penghargaan? Perlu diketahui kalau dalam masyarakat ilmiah, umumnya keanggotaan ditentukan oleh sumbangsih orang tersebut dalam keilmuan. Bila seorang anggota tidak memberikan sumbangan ilmiah apapun (artikel ilmiah, hasil dan laporan penelitian) maka keanggotaannya dapat dicabut. Sekarang anda bisa menduga kenapa status beliau bertanda X.

Saya tidak terkesan saat teori bulan terbelah hanya didukung bukti anekdot, tanpa bukti ilmiah sama sekali. Satu-satunya bukti yang saya dapatkan hanya sebuah foto dan cerita anekdotal. Klaim seperti ini tidak perlu dianggap serius bagi kalangan ilmiah. Jika klaim seperti ini dianggap serius, maka begitu juga astrologi, ramalan garis tangan, segitiga bermuda, penampakan big foot atau penculikan UFO.

Sebuah klaim luar biasa, yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan kita sebelumnya, membutuhkan bukti yang luar biasa pula. Ia harus disertai dengan bukti yang bahkan tidak dapat dijelaskan dengan teori alternatif. Dan dalam kasus kita, kita punya banyak teori alternatif mengenai rilles.

Peta kontur rilles di permukaan bulan

  1. Tapi bagaimana seandainya benar kalau bulan pernah terbelah?

Yup. Walaupun tanpa bukti, hal tersebut bukanlah bukti ketiadaan. Seorang anak kecilpun saat bicara kalau 1+1= 2 harus diterima sebagai kebenaran, walaupun kita jauh lebih pintar (tapi percaya kalau 1 + 1 = 3). Jadi mari kita periksa, bagaimana seandainya benar kalau bulan pernah terbelah.

Pertama yang paling tidak masuk akal adalah : Bagaimana bulan yang terbelah bisa menyatu lagi? Tidak ada bukti apapun dalam benda langit apapun di alam semesta kalau ada benda astronomis yang berderai mampu menyatu kembali.

Kedua, bagaimana mungkin bulan terbelah tanpa efek sama sekali yang tercatat sejarah? Gravitasi bulan seperenam kali bumi, dan ini bukan massa yang kecil.

Lagi pula banyak orang seperti sang profesor mengatakan kalau bumi ini sesuatu yang sangat istimewa. Luar biasa hebatnya dengan keseimbangan dahsyat, salah satunya keberadaan bulan. Entah mengapa kalau bulan terbelah, keseimbangan tersebut tidak terganggu sama sekali.

Yang jelas diketahui umum adalah peran bulan sebagai pelindung bumi. Saat ada benda cukup besar mendekati bumi, seperti asteroid atau komet, bulan kadang menariknya terlebih dahulu dan mengorbankan diri untuk mendapatkan hantaman tersebut. Itu mengapa wajah bulan begitu penuh dengan kawah tumbukan. Beberapa memang ada yang meleset dari perisai bulan. Meteor besar di zaman dinosaurus misalnya, memusnahkan habis 98% spesies yang ada di bumi. Bagaimana seandainya kalau bulan sendiri yang terbelah? Bukan hanya gravitasi belahan bulan tidak mampu menarik asteroid yang berusaha menerjang bumi, potongan bulan sendiri lah yang akan menerjang bumi.

Mengejutkannya, ini tak pernah tercatat dalam sejarah. Tidak ada peristiwa runtuhnya bulan selain yang diketahui orang Arab. Apakah hanya dari Arab saja bulan terlihat terbelah?

Jika bulan terbelah. Akan ada catatan geologi yang sangat jelas. Entah itu deposit batuan bulan di bumi akibat meteor dari pecahan bulan, entah itu peristiwa runtuhnya ekosistem akibat berkurangnya efek pasang surut di lautan yang terekam dalam kelimpahan fauna dan flora pesisir pantai, entah itu pergeseran orbit bumi beberapa km jauhnya yang kemudian berpengaruh pada perubahan musim dan panjang hari di bumi. Tapi hebatnya, sang profesor geologi ini tidak mengajukan bukti adanya hal ini. Dia hanya mengatakan “Lihat foto ini!” Kemana ilmu geologinya?

Orang yang paham sains tentunya setuju kalau peristiwa besar seperti terbelahnya bulan akan sangat berpengaruh bagi kehidupan di bumi. Kita tahu kalau bulan paling tidak berpengaruh dalam beberapa hal yang vital bagi kita. Paling tidak, kalender akan berubah.

Sang profesor geologi seharusnya paham mengenai efek dari hal ini. Saat bulan terbelah, sebagian dari massanya akan tertarik gravitasi bumi dan cukup kuat untuk menyebabkan gempa bumi dan menghancurkan negara yang ditimpanya. Bila ia menghantam air, akan ada tsunami dan kehancuran dalam kehidupan kita lebih parah lagi. Gunung berapi (ini masalah geologi) akan meletus karena perutnya ditumbuk getaran runtuhan bulan. Akibatnya awan piroklastik dan lumpur panas mengalir ke kota-kota sekitarnya. Awan akan menutupi sinar matahari dan mendinginkan bumi beberapa derajat. Dalam beberapa tahun, walaupun bulan sudah disatukan entah bagaimana, bumi sudah kehilangan keseimbangan rotasi relatifnya dan mulai menghabisi manusia yang tersisa dengan gejolak cuaca.

Bahkan seandainya sisa pembelahan bulan tersebut tidak ada yang cukup mampu menerobos atmosfer bumi, partikelnya yang kecil akan menaburi atmosfer bumi dan menutupi matahari. Tanaman akan segera mati dan tak berapa lama kemudian rantai makanan di atasnya, termasuk kita, akan mati kelaparan.

Mungkin saja, dengan teknologi sekarang, kita akan dapat bertahan hidup. Tapi dengan teknologi masa lalu (karena peristiwa ini terjadi di masa lalu, sekitar 1500 tahun lalu)? Saya sangat tidak yakin.

Bumi pasca jatuhnya meteor dari bulan

  1. Membuat induksi-deduksi

Jika peristiwa terbelahnya bulan adalah proses ajaib, dan peristiwa menyatunya bulan adalah proses ajaib, kenapa pula sang profesor butuh penjelasan ilmiah saat ia bicara bukti terjadinya pembelahan bulan. Kenapa tidak biarkan saja seluruh masalah ini dalam ruang berjudul “keajaiban”. Tampaknya seandainya nanti ada satu dua indikasi saja yang tidak dapat dijelaskan sains, sang profesor langsung melangkah kedepan dan mengatakan ini bukti ilmiah dari “keajaiban” nya.

  1. Membuat dan menilai kesimpulan

Berdasarkan fakta ilmiah yang ada dan semuanya mendukung kalau bulan tidak pernah terbelah, maka bagi orang yang benar-benar berpikir ilmiah, ia akan menerima kalau bulan tidak pernah terbelah.

  1. Menemukan definisi

Mungkinkah apa yang dimaksud “bulan terbelah” oleh sang profesor tersebut berbeda dengan definisi terbelah secara umumnya? Lalu apa definisinya? Jangan-jangan karena definisi “membelah bulan” adalah istilah psikologis dari delusi kalau bulan terbelah. Atau hal ini semata pembenaran saja.

  1. Menemukan asumsi

Asumsi dari profesor ini sangat jelas. Beliau berasumsi kalau pengetahuan masa lalu itu lebih baik dari masa kini. Dia percaya kalau cerita yang didapatkannya dari orang tuanya, keluarganya, atau siapapun yang ia percaya secara kharismatik, adalah benar. Ia hanya percaya, tidak perlu bukti. Sekarang yang harus ia cari adalah pembenaran agar ia semakin yakin. Ia sebenarnya ragu jika tidak ada dukungan dari sains, karenanya ia mencari sedikit cahaya dalam sains. Dan sedikit cahaya, seperti foto rilles di bulan, sudah cukup baginya untuk merasa tenang kalau keyakinannya benar. Ini cara yang salah untuk memeriksa keyakinan. Untuk memeriksa keyakinan, kita harus langsung pada keyakinan tersebut, bukan memberi asumsi kalau keyakinan tersebut benar, kemudian mencoba meyakinkan diri kita kalau itu memang benar.

  1. Alternatif ketiga

Sesungguhnya kita sudah punya banyak alternatif teori selain semata teori bumi terbelah yang non ilmiah. Benar kalau sains belum mampu menjelaskan seratus persen apa saja yang pernah terjadi di bulan. Tapi apakah jumlah pengetahuan yang kita miliki sekarang jauh lebih sedikit daripada pengetahuan yang kita miliki di masa lalu, sedemikian hingga cukup foto semata, mampu membuat teorinya sejajar dengan alternatif teori lain yang penuh dukungan ilmiah, seperti teori kalau rilles adalah bekas aliran sungai, kalau rilles adalah retakan permukaan bulan, atau kalau rilles adalah bekas aliran lava. Kita punya rilles di bulan, tapi kita punya rilles juga di bumi dan planet lainnya di tata surya. Ada pola serupa di Venus, di Mars, di Phobos (bulannya Mars), dan di Ariel (bulannya Uranus). Apakah ini berarti kalau keempat benda langit ini juga pernah terbelah?

Rilles di permukaan Phobos, satelit Mars

Bekas aliran sungai purba di Titan

Terra Cimmeria di Mars

Ishtar Terra di Venus

Rilles di Ariel, satelit Uranus

  1. Menetapkan posisis

Sudah jelas posisi saya. Bila anda cukup teliti membaca di atas. Bulan pernah terbelah hanyalah khayalan, tidak lebih.

Referensi

Burns J., Matthews M., eds. 1986. Satellites. Tucson : University of Arizona Press.

Condie K. 1989. Plate Tectonics and Crustal Evolution. New York : Pergamon

Head, J.W., Wilson, L., Anderson, K.A., Lin, R.P. 1997. Lunar linear rilles, models of dike emplacement and associated magnetization features. Conference Paper, 28th Annual Lunar and Planetary Science Conference, p. 541.

Heiken, G.H., Vaniman, D.T., French, B.M. et al. 1991. The Lunar Sourcebook: A User’s Guide to the Moon, New York : Cambridge University Press

Rothery D. 1992. Satellites of the Outer Planets. Oxford : Clarendon Press.

Spudis, P. D. 2004. Moon. World Book Online Reference Center. World Book, Inc.

Strain, P.L., El-Baz, F. 1976. Topography of sinous rilles in the Harbinger Mountains region of the moon. Earth, Moon and Planets Journal. Vol. 16, No. 2/ March, 1977.

Taylor, G.J. 1998. Origin of the Earth and Moon. Planetary Science Research Discoveries.

Wieczorek, M., et al. 2006. The constitution and structure of the lunar interior. Reviews in Mineralogy and Geochemistry 60: 221–364

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.