Diposting Sabtu, 10 Juli 2010 jam 1:25 pm oleh The X

Paul sang Gurita Peramal Piala Dunia dan penjelasan ilmiahnya

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 10 Juli 2010 -


Teman saya membawa kabar ini pada saya: “Bagaimana kamu menanggapi Paul si gurita ini (dia nebak Jerman kalah dari spanyol..hiks..hiks…dan tepat pula). apakah kebetulan? atau?”

Well, buat teman-teman yang belum tau, Paul adalah Gurita yang katanya punya kekuatan paranormal dan berhasil meramal dengan tepat seluruh pertandingan tim panser Jerman di Piala Dunia 2010 sekarang. Menurut berita, ia sudah meramal jauh sebelumnya, dalam euro 2008. Berikut daftar ramalan Paul sang Gurita dari spesies Octopus vulgaris ini.

Tebakan ke-EventPertandinganPrediksi PaulNilai
1EURO 2008Jerman vs PolandiaJermanBenar
2Jerman vs KroasiaJermanSalah
3Jerman vs AustriaJermanBenar
4Jerman vs PortugalJermanBenar
5Jerman vs TurkiJermanBenar
6Jerman vs SpanyolJermanSalah
7PIALA DUNIA 2010Jerman vs AustraliaJermanBenar
8Jerman vs SerbiaSerbiaBenar
9Jerman vs GhanaJermanBenar
10Jerman vs InggrisJermanBenar
11Jerman vs ArgentinaJermanBenar
12Jerman vs SpanyolSpanyolBenar
13Jerman vs UruguayJermanBenar
14Belanda vs SpanyolSpanyolBenar

Sekarang apa penjelasan ilmiah dari fakta ilmiah?

Pertama, perhatikan fakta ilmiah berikut : Paul tinggal di Jerman, melakukan prediksi terhadap tim jerman, dimana penduduknya pasti mendukung Jerman, Jerman merupakan tim yang sangat kuat, selama EURO 2008 Paul selalu memilih Jerman, gurita buta warna tapi tidak buta kontras cahaya pada pita dan Jerman diunggulkan baik di EURO maupun Piala Dunia, dan ada yang namanya efek Clever Hans. Belum tahu? Baca disini : http://www.faktailmiah.com/2010/06/28/persepsi-hipersensori-fenomena-clever-hans-dan-tindakan-ideomotor.html

Hewan tertentu memiliki indera lebih peka dari manusia. Mereka bisa melihat gerakan yang sangat lembut dan tidak sadar dari tubuh manusia yang disebut gerakan ideomotor. Gerakan ideomotor adalah gerakan yang dipengaruhi oleh niat. Pada gerakan biasa yang sadar (motor), keinginan kita diujudkan dalam bentuk melakukan sesuatu. Ingin minum, ya minum. Ingin makan, ya makan. Dalam gerakan ideomotor, kita tidak sadar melakukan sebuah gerakan halus berdasarkan keinginan kita. Kita ingin jerman menang, maka gerakan otot kita, atau mata kita akan sedikit bergeser ke bendera Jerman. Dan bisa juga suara mulut kita saat emosi kita naik.

Sekarang dengan asumsi bahwa tidak ada kecurangan dalam pembeberan berita tentang Paul, maupun dalam proses saat Paul sang gurita tersebut akan dan sedang meramal. Maka begini penjelasan saya :

1. Pada awalnya mungkin satu orang saja yang sadar, dan ini kebetulan. Jadi 1:2

2. Kemudian orang ini mengamati lagi, dan benar lagi. Saat ini gurita memilih kroasia murni karena kebetulan juga. Jadi 1:4

3. Selanjutnya saat orang ini membawa lebih banyak orang, sang gurita tercegah untuk mencapai kemungkinan 1:8. Gurita sangat cerdas. Mungkin ia mengamati preferensi orang2 yang melihatnya. Orang2 yang melihatnya semua kemungkinan mendukung jerman, karena sang gurita memang hidupnya di jerman dan diasuh orang jerman. Jadi petunjuk ideomotor dari para pengamat ini dipakai gurita untuk memilih jerman. Dan kebetulan, jerman menang.

4. Pada ramalan keempat dan kelima serta keenam, paul semata membaca ideomotor dan ini terbukti kalau ia memilih jerman terus menerus, dan sayangnya pada pilihan terakhir, ia salah. Jerman kalah melawan Spanyol. Pada saat prediksinya salah dalam euro 2008, ia diancam akan dimasak dan dimakan berame2. Ini juga menumbuhkan efek Hans karena orang2 yang menyayanginya pasti akan berusaha sebisa mungkin agar Hans memberi prediksi yang akurat, dan mungkin melakukan kecurangan.

5. Pada Piala Dunia ini, ia harus mengulangi dari awal. Beberapa orang tetap percaya ia punya kemampuan. Dan dengan ideomotor ia memilih jerman.

6. Pertandingan kedua, Serbia bertetangga dengan kroasia, dan tampaknya tau mengenai Paul. Orang Serbia datang ke Jerman untuk menyaksikan ramalan Paul. Akibat tindakan ini, efek ideomotor bergeser dan Paul tidak dapat memastikan apakah harus memilih jerman atau kroasia. Ia menebak sehingga kemungkinan ia benar 1:2. Untungnya ia benar, karena Serbia menang.

7. Pada pertandingan ketiga. Saya tidak yakin ada orang dari Ghana yang rela datang untuk mempengaruhi penglihatan sang gurita, sehingga paul dengan mudah memilih jerman.

8. Pada pertandingan keempat. Orang jerman sudah sangat terpengaruh oleh kemampuan meramal ini sehingga mereka lebih banyak daripada orang inggris yang datang. Paul memilih jerman lagi.

9. Pada pertandingan keenam, saat melawan argentina. Saya juga tidak yakin kalau orang argentina mau rame2 datang hanya untuk melihat prediksi Paul di Jerman. Argentina sangat jauh dari Jerman, sama halnya dengan Ghana. Akibatnya Paul kembali memilih Jerman.

10. Pertandingan ketujuh. Jerman melawan Spanyol. Spanyol cukup dekat dengan Jerman. Dan karena Spanyol lebih religius dan mudah percaya takhayul, saya yakin akan banyak orang spanyol berada di sekitar Paul saat ia membuat prediksi. Mungkin lebih banyak. Bila demikian, rentang kemungkinan Paul benar memilih antara 0,5 – 1, tergantung berapa banyak proporsi pengamat jerman dibanding spanyol di sekitarnya.

Jadi demikian hipotesis saya. Dengan bermodalkan ideomotor pengamatnya dan keperkasaan tim panser jerman, sang gurita terlihat seolah memiliki kemampuan paranormal. Dan bisa jadi ada efek interaksi. Artinya performa tim jerman secara mental, bisa jadi dipengaruhi prediksi Paul. Dalam hal ini telah terjadi self fullfilling pseudo-prediction.
Untuk membuktikan hipotesis saya ini, perlu dilakukan percobaan dengan meletakkan Paul dalam ruang tertutup dan pengamat hanya melihatrnya lewat kamera tersembunyi. Dan ia diminta memprediksi sesuatu yang tidak berbau Jerman.

Hipotesis lain juga ada. Seperti yang ditulis di Wikipedia, Shelagh Malham dari Universitas Bangor mengatakan kalau gurita bisa membedakan pola gelap terang dan tertarik pada pola bergaris. Apa yang ia lakukan saat memilih bendera adalah memilih bendera yang paling terang dan bergaris. Jerman benderanya jelas bergaris, Spanyol juga dan begitu pula Kroasia. Bendera Kroasia dipilih karena ia lebih terang dari Jerman. Walau begitu, tampaknya hipotesis ini gagal, karena walaupun bendera Spanyol lebih terang dari Jerman, ia tetap memilih Jerman pada pertandingan final EURO 2008. Seandainya hipotesis ini benar, seharusnya sang gurita akan 100% benar dalam 12 pertandingan! Tapi tentu saja, kalau manusia bisa salah lihat, tidak ada alasan kalau gurita tidak bisa juga salah lihat. Untuk itu perlu dilakukan eksperimen untuk menguji hipotesis ini dengan lebih teliti. Eksperimennya cukup dengan mengganti bendera dengan tulisan semata.

See, ada berlapis-lapis alasan dari semata kebohongan sampai fakta ilmiah kompleks untuk menganggap Paul hanya gurita biasa, tanpa perlu menganggap dia istimewa.

Oh ya. Saya baru baca beberapa artikel kalau gurita adalah salah satu spesies paling cerdas di dunia dengan kemampuan mengingat jangka panjang dan pendek. Dalam daftar hewan paling cerdas, beliau mungkin masuk urutan ke-9. Yup, urutan pertama tentunya kera besar seperti kita, simpanse, gorila dan orang utan. Nomer dua lumba-lumba. Ketiga kelompok monyet, keempat gajah, kelima babi, keenam burung nuri dan kakaktua, ketujuh anjing, kedelapan burung gagak, dan kesepuluh adalah tupai. Now, anda pernah melihat urutan 1 (selain manusia) hingga urutan ke delapan melakukan prediksi sepak bola?

Dukungan kalau gurita termasuk hewan cerdas terutama dari eksperimen langsung. Di lab mereka bisa dilatih untuk membedakan pola dan bentuk. Mereka sebagian besar belajar langsung dari pengalaman hidup sehari-hari, bukan dari orang tua mereka. Di habitat aslinya, mereka dapat menyamar menjadi mahluk laut lainnya, dan bahkan bisa mempermainkan mangsa, seperti anak kecil bermain dengan robot mainan lalu memakannya (huekkk).

Gurita juga sudah dilaporkan keluar sendiri dari akuarium untuk mencari makan, membuat tempat berteduh dari bekas buah kelapa dan pernah naik ke kapal nelayan untuk mencuri kepiting. Bisakah ia belajar mengenai siapa yang menang dan siapa yang kalah di Piala Dunia?

Referensi mengenai gurita yang bisa membedakan pita :

Hamasaki, D. I. (1968). The ERG-determined spectral sensitivity of the octopus. Vision Research, 8, 1013–1021
Mathger, L.M., Barbosa, A., Miner, S., Hanlon, R.T. (2006). Color blindness and contrast perception in cuttlefish (Sepia officinalis) determined by a visual sensorimotor assay. Vision Research 46, 1746–1753

Messenger, J. B. (1973). Some evidence for colour-blindness in Octopus. Journal of Experimental Biology, 59, 77–94.
Messenger, J. B. (1977). Evidence that Octopus is colour-blind. Journal of Experimental Biology, 70, 49–55
Roffe, T. (1975). Spectral perception in Octopus: A behavioral study.Vision Research, 15, 353–356.

Referensi tentang kecerdasan Gurita :

Finn, J. K.; Tregenza, T; Norman, M D. (2009), Defensive tool use in a coconut-carrying octopus, Curr. Biol. 19 (23): R1069–R1070

Hanlon, R.T., Messenger, J.B. (1996) Cephalapod Behaviour. Cambridge University Press

Mather J. A., Anderson R. C. (1998) What behavior can we expect of octopuses? The Cephalopod Page. Wood, J. B. Ed.

Zullo L, Sumbre G, Agnisola C, Flash T, Hochner B. (2009). Nonsomatotopic organization of the higher motor centers in octopus. Curr Biol. 19(19):1632-6

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.