Diposting Jumat, 9 Juli 2010 jam 12:07 am oleh The X

Satu tahun 360 hari

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 9 Juli 2010 -


Pernyataan konyol. Hehe. Tapi bener loh, teman gue ada yang bilang kalau orang zaman dulu itu hebat banget sampe bilang mereka tahu jumlah menit dalam satu hari dengan tepat. Tapi waktu saya lihat berapa jumlah hari dalam satu tahun, teman gue bilang orang zaman dulu bilang 360 hari!

Yaaa. Lumayan hebat sih. Bisa menghitung jumlah menit dalam satu hari, walaupun gagal menghitung jumlah hari dalam satu tahun. Seperti Tim Panser Jerman yang berhasil mengalahkan Tim Tuan Tanah Argentina, tapi akhirnya kalah di seruduk Tim Banteng Spanyol. Tapi lebih hebat Tim Jeruk Belanda kan? Bisa nyampe final. Hehe

Cara menentukan panjang tahun yang paling mudah dan teliti itu adalah dengan melihat bintang (bintik). Pilih satu bintang. Amati terus setiap malam. Kalau kamu fokus pada satu bintang, kamu akan melihat kalau setiap malam, posisi bintang itu sedikit bergeser. Ini karena posisi bumi bergeser dalam orbitnya mengelilingi matahari. Dan, tepat 365 hari kemudian, bintang tersebut kembali pada posisi semula.

Orang Mesir menggunakan cara ini. Mereka memakai Sirius, bintang paling terang di langit. Dan mereka berhasil mendapatkan 365 hari dalam satu tahun. Orang Mesopotamia, Yahudi, Romawi dan Arab, memakai yang lebih terang lagi. Yaitu Bulan. Sayangnya bulan bukan bintang dan terlalu dekat dengan bumi, akibatnya satu tahun yang mereka hitung adalah 354 hari saja. Mesopotamia, Yahudi dan Romawi menyadari ketidak telitian ini dan mereka menyesuaikan kalender mereka dengan menyelipkan bulan tambahan sehingga satu tahun bisa jadi 365 hari. Masalah ini penting bagi negara lintang atas, karena mereka punya empat musim. Mereka harus pake tahun yang teliti untuk memastikan saat musim berganti. Arab yang berada di selatan tidak terlalu terpengaruh, akibatnya mereka tetap bertahan dengan kalender bulannya.

Jumlah 365 hari itu tidak punya banyak faktor bilangan. Beda dengan 360. Anda bisa membagi 360 dengan 1,2,3,4,5,6, dsb dan tetap menghasilkan bilangan bulat. 365 ganjil. Orang Maya dari Amerika Tengah akibatnya membagi hari mereka ke dalam 18 bulan dengan masing-masing 20 hari. Tapi itu baru 360. Orang Maya sudah tau kalau satu tahun 365 hari. Akibatnya gimana? Mereka menambah lima hari lagi yang disebut hari sial. Sama dengan orang Mesir. Mereka membagi setahun dalam 12 bulan masing-masing 30 hari, dan menambahkan lima hari sial. Teman kita, yang kita omongin di atas, tampaknya bercerita tentang orang masa lalu yang gak peduli dengan selisih lima hari ini. Mungkin karena tinggal di daerah dua musim.

Secara ilmiah, metode menentukan panjang tahun dengan cara ini disebut metode sidereal. Sekarang kita tahu panjang satu tahun sidereal dengan sangat teliti. Tahu berapa? 365.256 363 051 hari (365 hari 6 jam 9 menit 9.7676 detik). Dan ini tidak tetap. Peristiwa seperti gempa bumi raksasa atau letusan gunung berapi dapat memperlambat atau mempercepat (tergantung posisi bumi di orbit, kalau di perihelion dia melambat, kalau di aphelion meningkat) dalam beberapa mikro detik. Ambil contoh gempa Chile kemaren yang mencapai 8.8 skala Richter, mempercepat panjang hari saat kejadian sebesar 1.26 mikro detik. Posisi relatif kita terhadap venus dan Mars juga mempengaruhi panjang waktu astronomis. Gaya tarik bulan juga bisa. Angin matahari juga mendorong bumi mundur hingga setahun bertambah panjang 1.25 mikro detik. Efek Poynting-Robertson (geseran debu di atmosfer bumi) memperpendek 30 nano detik setiap tahun. Belum lagi efek gelombang gravitasi yang memperpendek 165 atto detik per tahun. Secara total, panjang waktu dalam setahun di bumi ini meningkat sekitar 0.002 detik per abad.

Teman gue bilang, well, jangan2 zaman orang dulu bilang setahun 360 hari itu emang betul. Di zaman mereka, satu tahun memang 360 hari. Bukan salah hitung, tapi karena efek segala macem yang baru saja kamu sebutin. Bisa jadi, tapi justru terbalik sebenarnya. Sekitar 400 juta tahun lalu, justru setahun itu jumlah harinya lebih panjang dari sekarang. Setahun panjangnya 400 hari! Dan ini karena panjang satu hari itu lebih pendek dari sekarang. Di waktu itu, sehari hanya sekitar 22 jam saja. Dan sehari di waktu bumi terbentuk 4.5 miliar tahun lalu, cuma 6 jam lamanya! Nah, karena sebelumnya orang kuno yang kamu bilang itu mampu menghitung bukan hanya jumlah jam, tapi hingga ke jumlah menit dalam sehari dengan tepat, berarti seharinya tetap 24 jam tanpa kurang satu menit pun. Dan ini berakibat pada setahun yang juga tetap 365 hari, bukannya 360 hari.

Btw, kalau kamu mau membaca tentang sejarah jumlah hari dalam setahun, laporan penelitian fisikawan Sudan ini bisa kamu baca. Keren loh. The Length of the Day: A Cosmological Perspective.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.