Diposting Senin, 5 Juli 2010 jam 10:23 pm oleh The X

Paus Pembunuh dan Misteri Menopause Manusia

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 5 Juli 2010 -


Misteri evolusi menopause mulai terungkap dalam penelitian pada paus pembunuh. Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Exeter dan Cambridge. Mereka menemukan sebuah hubungan antara paus pembunuh, paus pilot dan manusia – tiga spesies satu-satunya di dunia hewan yang berhenti berkembang biak di masa muda dalam rentang hidup mereka.

Walaupun ketiga spesies ini sangat berbeda dalam struktur sosial, penelitian ini menunjukkan kalau dalam tiap kasus betinanya menjadi semakin terkait secara genetik dengan mereka yang hidup bersamanya saat mereka semakin tua. Karena ini, ada motivasi bagi betina yang lebih tua untuk melakukan apapun yang terbaik untuk keberlangsungan hidup mereka yang ada di sekitarnya.

Hal ini memberikan peran ‘nenek’ padanya. Betina tua ini berhenti berkembang biak untuk memberi lebih banyak waktu untuk berbagi pengetahuan mengenai cara mendidik anak dan memungkinkan betina yang lebih mudah untuk mendapatkan akses ke berbagai sumber daya.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the Royal Society B. Ini merupakan penelitian pertama yang menjelaskan secara masuk akal mengapa spesies-spesies ini unik dalam artian betinanya berhenti bereproduksi sementara mereka masih punya waktu beberapa puluh tahun lagi untuk hidup.

Salah seorang peneliti dari Sekolah Sains Universitas Exeter (Kampus Cornwall), Dr Michael Cant, mengatakan : “Selama ini kita kesulitan mengetahui kenapa hanya manusia dan paus bergigi yang mengalami menopause, sementara betina dalam spesies berumur panjang lainnya terus berkembang biak hingga akhir hayatnya.

“Walaupun perilaku sosial dari ketiga spesies menopause ini sangat berbeda, ada sebuah kesamaan: sistem sosial mereka membuat betina dalam kelompok semakin erat berhubungan dengan anggota lain saat mereka semakin tua. Ini menghubungkan betina spesies kita, dan betina paus pembunuh dan paus pilot, dalam evolusi menopause dan kehidupan di masa tua.”

Manusia dipandang ber evolusi dalam kelompok dimana wanita muda pergi meninggalkan kelompoknya untuk mencari pasangan. Ini berarti mereka mulai hidup reproduktif mereka dalam keluarga yang secara genetik tidak ada hubungannya dengan dirinya. Saat ia tua, saat keturunannya mulai berkembang biak, mereka menjadi semakin berhubungan secara genetik dengan orang di sekitarnya, dan mendapatkan pilihan untuk berhenti berkembang biak agar dapat membantu membesarkan para cucu.

Walau begitu, argumen ini tampaknya tidak menjelaskan menopause pada paus pembunuh atau paus pilot, dimana kedua jenis kelamin tetap tinggal dalam kelompok keluarga asli mereka sepanjang hidupnya, dan hanya beberapa kali berkumpul dengan kelompok lain untuk kawin. Penelitian ini, walau begitu, menunjukkan kalau sistem sosial yang berbeda ini memiliki efek yang sama pada pola kesamaan genetik dalam kelompok: betinanya semakin dekat hubungannya dengan anak dalam kelompoknya saat mereka semakin tua.

Sebaliknya, pada mamalia berumur panjang lainnya, justru jantan yang meninggalkan kelompok untuk kawin, dan betina lah yang tinggal bersama ibunya. Menurut penelitian ini, dalam kasus ini, betina yang lebih tua, akan diseleksi oleh alam untuk terus berkembang biak, bukannya berhenti beranak untuk membantu cucu-cucunya.

Dr Rufus Johnstone, dari Jurusan Zoologi di Universitas Cambridge yang juga peneliti dalam studi ini mengatakan “Untuk pertama kalinya kita dapat menemukan keterkaitan antara spesies menopause yang menjelaskan mengapa sifat ini ber evolusi. Bisa jadi bukan hanya ini faktor satu-satunya yang relevan dengan evolusi ‘nenek’ dan menopause, namun ia memberikan penjelasan mengapa ia hanya terbatas pada beberapa spesies saja di kerajaan hewan.”

Catatan : Anda tidak mesti langsung percaya dengan berita ini. Berpikirlah kritis, baca langsung hasil penelitiannya di sini Proceeding of Royal Society B

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.