Diposting Minggu, 4 Juli 2010 jam 11:21 am oleh The X

Apakah Manusia Raksasa itu ada?

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 4 Juli 2010 -



Dongeng jaman dahulu seringkali memuat cerita tentang raksasa-raksasa sebesar gunung. Karena di masa lalu mahluk hidup jauh lebih banyak dan ada yang lebih besar dari sekarang, mungkinkah raksasa dulu memang ada?

Seorang teman saya bahkan berkata kalau raksasa itu memiliki gigi sebesar gunung Uhud dan kulit setebal tiga kali perjalanan. Mungkinkah?

Gunung Uhud tingginya 1.050 meter, dan gigi geraham atau taring manusia rata-rata memiliki tinggi 10 mm atau 1 cm. Jadi bila rata-rata manusia tingginya 165 cm, maka tinggi sang raksasa itu adalah 165 x 1050 = 173,25 km! Sama dengan jarak jakarta bandung. Atau kalau dia berdiri, ia lebih dari separuh jarak dari permukaan bumi menuju stasiun luar angkasa internasional (278 km).

Bagaimana dengan kulit? Kulit manusia tebalnya beraneka ragama, dari 0.5 mm di kelopak mata hingga 4 mm di tubuh. Rata-ratanya adalah 2.25 mm. Ini berarti 4.5 mm untuk manusia yang berdiri tegak. Kulit ubun-ubun dan kulit tapak kaki.

Sementara itu tiga hari perjalanan dapat dikatakan perjalanan kuda. Orang jaman dahulu untuk bergerak cepat menggunakan kuda dan mereka harus beristirahat. Anggaplah istirahat setiap malam, dan siangnya memacu kuda secepat-cepatnya. Kuda paling cepat di dunia bisa mencapai 80.45 km/jam. Dalam tiga hari berarti ia telah menempuh 2896,2 km. Untuk perbandingan tubuh raksasa kita, maka kulit ini tebalnya 5792.4 km.

Sekarang perbandingan tebal kulit dengan tinggi tubuh manusia biasa adalah 4.5/1650 = 0.0027273. Sementara itu perbandingan tebal kulit raksasa kita dengan tubuhnya adalah 5792.4 / 173.25 = 33.433. Artinya kulitnya jauh lebih tebal dari badannya sendiri!

Tidak masuk akal? Sangaaat tidak masuk akal. Bahkan seandainya perjalanan yang kita ambil adalah jalan kaki manusia, 6 km/jam. Maka dalam 48 jam, ia sudah menempuh 288 km, yang artinya masih lebih panjang dari tubuh sang raksasa itu sendiri yaitu 173.25 km.

Kita sering berkhayal tentang raksasa, kadang kita sulit membayangkan secara keseluruhan. Untuk membesar-besarkannya kita membayangkan per bagian, tanpa memeriksa keseluruhan. Begitu digabungkan, hasilnya justru tidak masuk akal. Seperti memasukkan gajah kedalam telur ayam. Ukurannya mustahil.

Tapi mari kita bicara tentang raksasa. Apakah raksasa mungkin ada?

Tentunya mahluk sebesar gunung akan mudah ditemukan tulangnya kalau memang ada. Tapi ketiadaan bukti belum tentu bukti tidak ada kan? Kalau begitu kita cek secara teori.

Dari sekian banyak fosil hominin yang kita punya. Kecenderungan malah menunjukkan sebaliknya. Manusia masa lalu, mulai dari ardipithecus ramidus, australopithecus, dsb, semua memiliki ukuran lebih kecil dari manusia modern.
Selain itu, manusia dengan tinggi beberapa puluh meter, apalagi kilometer, secara evolusi tidak mungkin. Ia akan runtuh karena gravitasinya, karena massa yang badan atas dan badan bawah yang kurang lebih sama, sementara gravitasi akan lebih menarik yang atas daripada bawah. Itu mengapa brontosaurus harus bertopang pada empat kaki, begitu juga gajah. Primata yang berjalan dengan dua kaki saja masih sangat boros energi, apalagi manusia raksasa. Manusia raksasa, atau versi hollywoodnya, Kingkong, hanya dapat eksis dalam planet bergravitasi rendah. Standar bumi tidak memungkinkan.

Tambahan pada postur tubuh seperti adam yang mustahil dapat diperiksa dari pendapat ilmuan mengenai postur tubuh king kong disini :
Biologi King Kong. Saya rasa raksasa tidak jauh beda dengan kingkong, karena keduanya berjalan dengan dua kaki, bagian atas kurang lebih seimbang dengan bagian bawahnya, dan keduanya sama2 primata dalam sudut pandang evolusi. Bila raksasa memang ada, ia tidak akan dapat bergerak. Ia tidak seimbang.

Menjadikan tulang dan otot kaki lebih kuat memang mungkin menambah stabilitas raksasa. Tapi kontradiksi nya adalah, ketiadaan fosil. Secara evolusi, bila raksasa memiliki otot atau tulang kaki lebih kuat 3x lebih besar dan manusia sekarang punya 1X saja kekuatannya dan ukuran tubuh lebih kecil, maka kita menduga menemukan fosil yang menunjukkan transisi, katakanlah 2x lebih keras tulangnya dengan postur antara raksasa dan manusia modern. Dan hal tersebut tidak ditemukan. Lagipula bila raksasa memiliki tulang yang kuat, maka tulangnya akan lebih mudah memfosil, kita belum menemukan bukti adanya fosil manusia dengan massa tulang lebih besar dari manusia modern.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.