Diposting Sabtu, 3 Juli 2010 jam 1:38 pm oleh The X

Bulan Menyatu Dengan Matahari

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 3 Juli 2010 -


Bayangkan kamu berada di tengah gurun pasir atau padang rumput yang lapang. Hari masih pagi. Bulan masih kelihatan. Sementara di pojok cakrawala matahari terbit perlahan. Kadang bulan memang terlihat di siang hari. Malah kalau kamu naik pesawat, bulan semakin sering terlihat loh. Bulan 33 ribu kali lebih terang daripada bintang terterang di langit yaitu Sirius. Jadi kita bisa melihat bulan di siang hari sementara kita tidak dapat melihat bintang-bintang. Cahaya mereka ditelan oleh terangnya sinar matahari.

Bisa saja kita berpikir, umm, matahari bergerak dari timur ke barat. Bulan juga bergerak dari timur ke barat. Berarti keduanya mempunyai orbit mengelilingi bumi. Yup. Ini namanya teori geosentrik. Orang jaman dahulu percaya kalau matahari dan bulan adalah dua benda langit yang memiliki orbit mengelilingi bumi. Itu mengapa mereka bilang matahari dan bulan berada di garis edarnya masing-masing.

Orang jaman dulu juga khawatir kalau-kalau matahari mengejar bulan. Coba lihat, siang hari bulan aja masih tampak. Jangan-jangan suatu saat, di masa depan, bulan akan ketangkep dengan matahari, lalu di telannya. Nah, dari situ muncullah dasar pikiran kalau bulan suatu saat akan menyatu dengan matahari. Orang bilang saat ini adalah saat kiamat.

Tapi mungkinkah itu? Mari kita lihat secara kritis menggunakan fakta ilmiah yang ada.

Pertama, fakta ilmiahnya adalah, matahari tidak punya orbit. Woaaaa, tunggu dulu. Matahari mengelilingi pusat galaksi. Ia punya orbit. 226 juta tahun sekali putar, dan tata surya sudah muterin galaksi ini sebanyak 20 – 25 kali sejak lahirnya atau 0,0008 orbitnya semenjak manusia hadir di bumi. Kenapa kamu bilang matahari gak punya orbit?

Nah, anda mestinya mengartikan begini. Bukan matahari yang punya orbit 226 juta tahun sekali putar, tapi tata surya. Itu berarti matahari, bulan, bumi, planet lainnya, komet, dan semua anggota tata surya. Satu sistem solar. Anda gak bisa Cuma bilang matahari. Karena kalau begitu, berarti bisa jadi matahari meninggalkan anggota lain tata surya dong.

Halah. Itu Cuma masalah bahasa. Tidak juga. Anda tau Pisau Cukur Occham? Lebih masuk akal kalau orang mengatakan orbit matahari karena menyangka matahari bergerak mengelilingi bumi, ketimbang mengetahui kalau matahari mengitari galaksi. Orang pra sejarah tidak tau kalau tata surya mengelilingi inti galaksi. Selain itu, orbit tata surya mengelilingi inti galaksi tidak lah mulus seperti orbit bulan mengelilingi bumi. kenapa? Karena bersama matahari, ada 100 miliar bintang lainnya. Bulan Cuma sendirian mengelilingi bumi. Orbitnya mulus. Tapi karena tata surya tidak sendirian, terdapat interaksi gravitasi yang membuat orbit tersebut gak mulus. Dan kita belum menghitung lagi efek pemuaian alam semesta. Lagipula apa sih maknanya kalau tata surya Cuma menempuh 0.0008 jalur orbitnya semenjak manusia pertama muncul 5 juta tahun lalu? Seperti siput berjalan dibandingkan dengan peluru (bulan).

Prinsip ilmiah mengatakan kalau bulan mengejar matahari berdasarkan pemahaman geosentris. Selama orang yang mengklaim kalau matahari mengelilingi inti galaksi memberikan bukti pendukung atas klaimnya lebih dari sekedar pernyataan “bulan dan matahari bergerak pada orbitnya masing-masing” tidaklah ilmiah mengatakan kalau ini benar sudah diketahui orang di masa prasejarah.

Sekarang, kita periksa saja kemungkinan ini, mungkinkah bulan bersatu dengan matahari?

Mari kita tanya ilmuan. Lee Anne Willson sudah membuat simulasi dan penelitian mengenai hal ini. Lima miliar tahun yang akan datang, matahari kita akan begitu tua hingga menjadi raksasa merah. Matahari akan mengembang menjadi besaaaaar. Merkurius dan venus akan tertelan olehnya. Bagaimana dengan bumi. Well, saat matahari sudah menelan venus, orang yang ada di bumi, kalaupun ada, sudah mati terpanggang. Kita tidak akan melihat nasib bulan seperti apa. Apakah ia tertelan atau tidak.

Saat itu, matahari 2 ribu kali lebih terang dan 100 kali lebih besar dari sekarang. Gravitasinya akan mengganggu bulan yang mengelilingi bumi. Apa akibatnya? Kepadatan dan suhu di permukaan matahari yang membesar akan jauh lebih tinggi dari sekarang. Saat permukaan ini mendekati bumi-bulan, akan terjadi sebuah geseran. Orbit bulan akan runtuh. Akibatnya bulan akan berayun mendekati bumi, sampai ia tiba pada jarak 18.470 km dari bumi, yang disebut batas Roche.

Sampai di batas Roche, berarti gravitasi yang menahan bulan akan lebih lemah daripada gaya pasang surut dari bumi yang bertindak menarik. Bulan akan tercerai berai!

Setiap kawah, gunung, lembah, jejak kaki Neil Armstrong, bendera amerika, semua akan bertebaran kesana kemari dan menjadi cincin bumi. ya! Bumi akan punya cincin seperti Saturnus.

Tapi ini sebentar saja, cincin itu pada akhirnya akan runtuh dan menghujani khatulistiwa bumi. Manusia sudah tidak ada lagi karena habis terpanggang. Pecahan yang kecil akan jatuh duluan, yang besar jatuh belakangan. Tapi gak semuanya jatuh ke bumi. potongan-potongan yang paling besar tidak sempat jatuh ke bumi, karena saat itu matahari sudah sangat dekat sehingga bumi dan sisa-sisa cincin ini akan bergerak dalam orbit spiral, masuk ke dalam matahari.

Jadi, apakah bulan menyatu dengan matahari? Bisa anda bilang ya, bisa juga tidak. Ya kalau anda bilang bulan itu diwakili oleh beberapa bongkahan batu kecil yang menyusun cincin bumi. Tidak jika anda anggap bulan itu, ya bulan. Bulet besar di langit. Dan apakah saat bulan menyatu dengan bumi dan kemudian matahari ini, bulan kehilangan cahayanya? Terlalu cocologi kalau anda bilang ya.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.