Diposting Rabu, 30 Juni 2010 jam 12:40 am oleh The X

Kelangsungan hidup orang bertatoo dan bertindik

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 30 Juni 2010 -


Saat disurvey, sebagian besar orang mengatakan kalau mereka mendapatkan tatoo atau tindik yang tidak biasa untuk menunjukkan individualitas. Namun adakah yang lebih purba secara psikologi dalam perilaku ini?

Para peneliti dari University of Wroclaw di Polandia mengukur simetri tubuh (seberapa samanya bagian kiri dan kanan tubuh) dari sekitar 200 pria dan wanita – separuh diantaranya ditatoo atau ditindik di lokasi selain daun telinga. Lebih banyak kemiripan menunjukkan kesehatan gen dan berhubungan dengan daya tarik seksual.

Diantara subjek penelitian, pria dengan hiasan tubuh ternyata menunjukkan simetri yang lebih besar daripada yang tidak memiliki hiasan tubuh, sementara perbedaan ini tidak tampak pada wanita. Karena orang yang kurang simetris tidak memiliki lebih banyak tatoo dan tindikan, para peneliti menolak hipotesis yang sudah diterima luas kalau orang menggunakan hiasan tubuh untuk menutupi atau mengalihkan perhatian orang lain dari ketidak sempurnaan penampilan mereka.

Hasilnya bertemu dengan teori yang berbeda – ditusuk dengan jarum memiliki resiko berkurangnya kesehatan akibat infeksi, sehingga studi ini mendukung teori ‘cacat’ evolusi yang mengatakan kalau hanya mereka yang memiliki kualitas biologis yang tinggi yang dapat menanggung perilaku yang sangat beresiko tersebut. Dorongan untuk di tatoo dapat merupakan perilaku pengambilan resiko yang diwariskan dari leluhur yang cukup kuat untuk menahan cedera dan bertahan hidup – bertentangan dengan leluhur yang bertahan hidup karena menghindari resiko dan cedera. Karenanya, paling tidak pada pria, seni tubuh dapat menjadi sinyal kejujuran kebugaran secara Darwinian. Jadi mungkin itulah mengapa bintang rock yang penuh tatoo dan tindik begitu dikelilingi wanita.

Jurnal asli :

Koziela, S., Kretschmerb, W., Pawlowski, B. Mei 2010. Tatto and Piercing as Signals of Biological Quality. Journal of Evolution and Human Behavior Vol. 31, No. 3, pp. 187 – 192

Catatan : anda harus mendaftar terlebih dahulu untuk mendapatkan akses ke jurnal aslinya

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.