Diposting Selasa, 29 Juni 2010 jam 11:41 am oleh Ribhararnus Pracutiar

Memori Kuantum paling Efisien untuk Cahaya Dikembangkan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 29 Juni 2010 -


Cahaya melewati kristal dalam percobaan memori kuantum.

Cahaya melewati kristal dalam percobaan memori kuantum.

Sebuah tim led, Universitas Nasional Australia telah mengembangkan memori kuantum yang paling efisien di dunia untuk cahaya, membawa kita lebih dekat dengan masa depan komputer super cepat dan komunikasi aman dengan hukum fisika.

Tim di ANU Research School of Physics and Engineering ( Sekolah Teknik Fisika )  menggunakan tehnik yang mereka rintis untuk menghentikan dan mengendalikan cahaya dari laser, memanipulasi elektron pada kristal yang didinginkan sampai -270 derajat celcius. Efesiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan ketepatan dari sistem memungkinkan sifat alami kuantum dari cahaya dapat disimpan, dimanipulasi, dan dipanggil ulang.

“Cahaya memasuki kristal diperlambat hingga mendekati berhenti, dimana ia tinggal sementara sampai kita membuatnya melaju kembali” jelas pemimpin peneliti Morgan Hedges. “Ketika kita melepaskannya, kita mengeluarkan segala sesuatu yang masuk sebagai hologram tiga-dimensi, tepat akurat pada foton terakhir.

“Karena ketidakpastian yang melekat pada mekanika kuantum, beberapa informasi dalam cahaya ini akan hilang saat diukur, membuat menjadi hologram sekali-baca. Mekanika kuatnum menjamin informasi ini dapat terbaca sekali, sehingga cocok untuk komunikasi aman (secure communication)”

Kesamaan kualitas efisien dan ketepatan, membuat memori menjadi harapan utama untuk komputasi kuantum, yang memiliki potensi untuk menjadi lebih cepat beberapa kali, dan lebih powerful daripada komputasi kontemporer.

Selain itu, para peneliti mengatakan penyimpanan cahaya akan memungkinkan serangkaian tes dari fisika dasar, seperti bagaimana fenomena aneh belitan kuantum berinteraksi dengan teori relativitas.

“Kita bisa melibatkan keadaan kuantum dari dua memori, yaitu, dua kristal” kata pemimpin tim Dr Matthew Sellar. “Menurut mekanika kuantum, membaca memori secara langsung akan mengubah apa yang tersimpan dalam yang lain, tidak peduli berapa besar jarak antaranya. Menurut relativitas, cara waktu melewati satu memori dipengaruhi oleh bagaimana ia bergerak. Dengan memori kuantum yang baik, percobaan untuk mengukur bagaimana pengaruh fundamental ini berinteraksi secara sederhana dengan meletakkan satu kristal di belakang mobil saya, dan pergi jalan-jalan”

Tim Dr Sellar sebelumnya telah melakukan percobaan “menghentikan” cahaya di dalam kristal selama lebih dari satu detik, lebih dari 1000 kali lebih lama daripada kemungkinan sebelumnya. Dia  mengatakan bahwa tim sekarang sedang menggabungkan sistem terpadu yang mengkombinasikan efisiensi tinggi dengan waktu penyimpanan.

Tim peneliti terdiri dari Dr. Jevon Longdell dari Universitas Otago dan Dr Yongmin Li dari Universitas Shanxi. Temuan ini dipulikasikan di Nature.

Sumber :

Ribhararnus Pracutiar

adalah seorang pecinta teori fisika. Seorang penulis lepas. Memiliki latar belakang sebagai developer aplikasi website. Dan berusaha menulis pemahaman terhadap teori-teori fisika dan berita-berita sains terbaru kepada khalayak umum, dengan bahasa seringan mungkin agar bisa ditangkap.

"Misi saya adalah membuat orang awam yang tidak paham sains sekalipun akan bisa mencintai sains"

Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.