Diposting Selasa, 29 Juni 2010 jam 8:50 pm oleh Andy Milly

Makna dan Nilai

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 29 Juni 2010 -


Berpikir kritis pada dasarnya merupakan suatu upaya dalam mempertimbangkan, menguji, mengevaluasi, dan menilai setiap klaim/pandangan/argumen yang dikemukakan, baik oleh orang lain maupun diri sendiri. Setidaknya ada dua pertanyaan dasar yang berkaitan dengan hal tersebut, yakni:

1. Apakah yang Anda maksud/katakan?
2. Mengapa Anda menganggap bahwa klaim/pandangan/klaim itu benar?

Pertanyaan pertama adalah mengenai makna. Yang harus dilakukan orang sebelum menilai atau menguji sebuah klaim/pandangan/argumen adalah memastikan bahwa hal tersebut telah disampaikan dengan jelas/jernih. Oleh karena itu, seorang yang kritis akan seringkali bertanya hal-hal, seperti: “Apakah yang Anda maksud dengan…?” atau “Apa arti kata tersebut?” atau “Bisakah Anda menjelaskannya secara lebih spesifik?” atau “Dapatkah Anda memberikan sebuah/beberapa contoh untuk memperjelas apa yang Anda maksudkan?”

Sementara itu, pertanyaan kedua adalah mengenai nilai. Setelah orang memahami dengan jelas klaim/pandangan/argumen orang lain, maka dengan berbagai “alat” berpikir kritis orang tersebut mulai dapat, entah menerima atau menolak atau bahkan menunda penilaiannya terhadap klaim yang dikemukakan oleh orang lain.

Dengan kata lain, berpikir kritis dapat dicirikan oleh adanya berbagai pertanyaan, seperti: apa yang Anda maksud? Bagaimana hal tersebut berkaitan dengan hal lainnya? Apa argumen Anda untuk mendukung pandangan tersebut? Mengapa Anda yakin bahwa pandangan tersebut benar? Apa buktinya sehingga Anda bisa sampai pada kesimpulan tersebut? Ini artinya bahwa seorang yang kritis juga memiliki sikap skeptis terhadap segala hal. Ia tidak langsung menerima dan mempercayai pandangan/klaim orang lain walaupun hal tersebut dikatakan oleh otoritas tertentu atau didukung oleh suara terbanyak atau opini publik. Sebaliknya, seorang skeptik selalu mencari berbagai bukti dan membangun berbagai argumen yang didasarkan pada akal sehat dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya demi memperoleh kebenaran.

Seorang yang berpikir kritis selalu menyadari kelemahan dan kekurangan dirinya. Oleh karena itu, selain kritis terhadap pandangan/klaim orang lain, seorang kritis juga kritis terhadap pandangan/klaim yang berasal dari dirinya sendiri. Ia selalu berupaya mengenali dan menyadari berbagai prasangka yang berasal dari dirinya. Dengan menyadari semuanya itu maka seorang yang kritis selalu membuka pikirannya terhadap pandangan-pandangan orang lain.

Hal penting dan yang juga selalu harus ditekankan adalah bahwa seorang yang berpikir kritis adalah seseorang yang mencintai kebenaran. Ia selalu kritis terhadap berbagai hal, baik yang menurut orang lain remeh maupun besar. Ia lebih mengutamakan kebenaran dibandingkan opini sebagian besar orang. Hal ini ditunjukkan dengan upayanya untuk senantiasa memperluas, memperdalam, dan mempertajam kemampuan berpikir kritisnya. Seorang yang berpikir kritis adalah seseorang selalu ingin tahu dan dipenuhi oleh berbagai pertanyaan karena ia selalu ingin mengetahui kebenaran.

Seorang yang berpikir kritis juga adalah seseorang yang selalu berupaya adil. Artinya, selalu menyadari dan mengenali berbagai prasangka yang berasal dari dirinya sendiri. Ia tidak membiarkan emosi dirinya menekan dan menguasai akal sehatnya untuk berpikir kritis. Ia terbuka terhadap berbagai pandangan dan tidak enggan untuk menerapkan tolok ukur dan proses yang sama terhadap pandangan-pandangan tersebut. Oleh karena ia adalah orang yang mencintai kebenaran, maka ia akan terus mencari demi menemukan dan menjelaskan kebenaran itu. Dengan demikian, ia sangat menjunjung tinggi kejernihan pikiran dan sebaliknya membenci hal-hal yang tidak jelas, penuh asumsi, terlebih ketidakjujuran.

(Andy Milly)

Andy Milly
Seorang yang selalu berupaya berpikir kritis dan bersikap skeptis terhadap berbagai hal.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.