Berpikir Kritis = Berpikir Cermat
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Ketika orang hendak berpikir kritis, maka sesungguhnya secara sadar ia ingin menggunakan pikirannya secara cermat. Seperti telah diketahui berpikir kritis dapat menghindarkan orang dari manipulasi, penipuan, pembodohan, eksploitasi, kesesatan, dan pengambilan keputusan yang keliru, namun dapat membawa orang terlibat dalam perziarahan kemanusiaan nyata yang hidup di dunia nyata masa kini, bahkan menemukan dan menjelaskan kebenaran-kebenaran dalam kehidupannya.
Membaca adalah langkah awal yang paling sederhana namun vital jika orang hendak berpikir kritis. Namun hal itu tidaklah cukup. Oleh karena itu, langkah berikut yang harus dilakukan orang yang mau berpikir kritis adalah memutuskan berpikir kritis. Banyak orang membaca, entah koran, tabloid, majalah, novel, cerpen, tulisan-tulisan mengenai gaya hidup, perbintangan, gosip, maupun kitab suci. Namun, tidak semua orang melakukan pembacaan secara kritis terhadap semua hal yang dibacanya karena sangat mungkin mereka beranggapan bahwa hal tersebut buang-buang waktu dan tenaga sehingga hal itu (pembacaan kritis) merupakan sesuatu yang percuma. Atau, orang tidak pernah mengetahui apalagi memahami bahwa perlu dilakukan pembacaan yang kritis terhadap tulisan yang sedang dibacanya. Atau juga, orang beranggapan bahwa ia sudah melakukan pembacaan yang kritis, namun kenyataannya tidak. Jadi, seseorang yang mau berpikir kritis harus memutuskan bahwa dirinya mau berpikir secara kritis demi memperoleh kebenaran-kebenaran dalam hidup ini.
Hal berikut yang harus dilakukan orang yang mau berpikir kritis adalah belajar bagaimana berpikir kritis. Berpikir kritis bukanlah suatu hal yang biasa dilakukan kebanyakan orang. Berpikir kritis bukanlah tren yang berkembang dalam masyarakat. Berpikir kritis dihindari sebagian besar orang karena dianggap melelahkan dan sia-sia alias tidak bermanfaat, baik secara waktu, tenaga, maupun keuangan. Memang harus disadari penuh bahwa berpikir kritis membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup. Oleh karena itu, berpikir kritis adalah keterampilan yang harus dipelajari dan bukan sesuatu yang jatuh dari langit atau diperoleh secara tiba-tiba. Jadi, berpikir kritis adalah keterampilan yang bisa dan harus dipelajari orang jika hendak memiliki kemampuan berpikir kritis.
Hal berikut yang harus dilakukan orang yang mau berpikir kritis adalah berpikir kritis setiap saat. Berpikir kritis adalah salah satu keterampilan, seperti keterampilan-keterampilan lainnya (memasak, memainkan piano, berhitung atau melukis), yang harus dipraktikkan sesering/sebanyak mungkin demi meningkatkan dan mempertajam kemampuan berpikir orang yang mempraktikkannya. Ketika berpikir kritis telah menjadi kebiasaan dan bagian dari kehidupan seseorang, maka orang itu dengan mudah menemukan dan menjelaskan berbagai kelemahan atau kesalahan yang terjadi di sekitarnya. Oleh karena itu, berpikir kritis adalah keterampilan yang harus terus dilatih dengan cara melakukannya setiap saat. Dengan demikian, berpikir kritis adalah keterampilan berpikir cermat demi menemukan kebenaran-kebenaran dalam hidup ini sekaligus menghindarkan orang dari manipulasi, penipuan, eksploitasi, pembodohan, dan kesesatan.
(Andy Milly)
- Tujuan Hidup yang Lebih Besar Melindungi Perubahan Berbahaya di Otak yang Berasosiasi dengan Penyakit Alzheimer
- Resiko Cacat Lahir Lebih Tinggi pada Reproduksi yang Dibantu
- Pandangan Berbeda Mengenai Tuhan Mempengaruhi Perilaku Mencontek
- Manfaat Pengasuhan Anak Bermutu Tinggi Tetap Terasa Ketika Individu telah Berusia 30 Tahun
- Korupsi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Negara Berpenghasilan Rendah
- Asal Usul Suku-Suku Di Indonesia
- Kelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
- Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup
- Untuk Mendorong Kepuasan Konsumen, Pemilik Harus Memperhatikan Kepuasan Kerja Karyawan
- Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera

