Diposting Selasa, 29 Juni 2010 jam 1:02 pm oleh Andy Milly

Alasan-alasan (Memilih) Berpikir Kritis

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 29 Juni 2010 -


Mengapa sebagian besar orang tidak menyukai kritisisme? Mengapa kebanyakan orang tidak suka terhadap kritikan? Orang tidak menyukai kritikan atau tidak suka dikritik karena sangat mungkin hal tersebut berkaitan dengan kedudukan (otoritas) dan popularitas (ketenaran) seseorang. Sangat mungkin orang merasa bahwa nilai kebenaran yang mereka pegang dan percayai selama ini adalah sesuatu yang mutlak sehingga tidak bisa diganggu gugat lagi. Oleh karena itu, ketika orang atau pihak lain mengkritisi pandangan (-pandangan) mereka, maka merasa pun merasa bahwa dirinya sedang diancam karena nilai kebenaran yang selama ini diyakininya hendak diruntuhkan oleh orang lain. Oleh karena menganggap posisinya sedang dinilai dan dikritisi orang lain, mereka mereka pun mempertahankan diri.

Sangat mungkin juga orang tidak nyaman dengan adanya kritikan terhadap dirinya karena hal tersebut dianggap bisa mengurangi pengaruh orang itu di dalam masyarakat atau kelompok tertentu. Orang yang selalu diklaim dan mengklaim diri benar cenderung enggan menerima kritikan. Orang yang dianggap dan menganggap diri selalu benar, bahkan dirinya merupakan patokan kebenaran itu sendiri cenderung memiliki pengaruh yang kuat dalam masyarakat atau kelompok tertentu. Hal ini biasa dan sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, anggota kelompok atau masyarakat tertentu jauh lebih memilih mengikuti seorang pemimpin yang tidak memiliki rasa takut dan tidak pernah menilai serta mengkritisi dirinya. Sedikit orang yang memilih dipimpin oleh seseorang yang tidak ragu-ragu menilai dan mengkritisi dirinya serta terbuka terhadap kritikan orang lain atau anggota masyarakat/kelompoknya. Hal ini menjelaskan mengapa seorang politikus sulit, bahkan tidak akan memiliki pengaruh dan pengikut jika ia lebih seringkali mengkritisi dirinya ketimbang mengkritisi lawan politiknya.

Masyarakat umum tidak menyukai kritisisme karena merasa tidak nyaman ketika pandangannya dinilai dan dikritisi oleh orang lain. Ini merupakan hal yang wajar, namun menjadi tidak wajar ketika orang sama sekali tidak menerima jika pandangannya dinilai dan dikritisi oleh orang lain. Terlebih, ketika orang itu menggunakan otoritasnya untuk mengatakan dan menegaskan bahwa pandangannyalah yang benar. Ketika itu terjadi maka tanpa disadari sesungguhnya ia telah masuk ke dalam jebakan fundamentalisme.

Seseorang yang dengan sadar memilih untuk berpikir kritis, sesungguhnya ia adalah orang yang tidak (akan) mudah mengalami manipulasi, pembodohan, penipuan, penyesatan, delusinasi, dan kesesatan, baik dalam berpikir maupun bertindak.

(Andy Milly)

Andy Milly
Seorang yang selalu berupaya berpikir kritis dan bersikap skeptis terhadap berbagai hal.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.