Diposting Senin, 28 Juni 2010 jam 6:28 am oleh The X

Persepsi hipersensori, fenomena Clever Hans dan tindakan ideomotor

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 28 Juni 2010 -


Oleh Robert Todd Carrol, 2004

Persepsi hipersensori (HSP) adalah apa yang orang sebut sebagai intuisi (Schick and Vaughn 2001). Seseorang dengan HSP sangat peka inderanya. Ia dapat membaca bahasa tubuh atau semata lebih perhatian pada detil daripada orang kebanyakan. Ia dapat menemukan petunjuk perilaku yang halus tanpa sadar, petunjuk yang diberikan juga secara tidak sadar.

Karena kebanyakan orang tidak peka terhadap tanda demikian, orang dengan persepsi hipersensori dapat dipandang sebagai paranormal. Pengaruh nonverbal dapat cukup banyak dan telah ditunjukkan dalam banyak percobaan psikologis (Rosenthal 1998). Salah satu contoh yang menarik dari pengaruh nonverbal adalah fenomena Clever Hans, dinamakan dari nama kuda yang merespon pada petunjuk visual halus saat ditanyakan “Berapa 3 ditambah 2?” Kuda ini menjawab dengan menghentakkan kaki lima kali. Ia sepertinya mampu memahami bahasa manusia dan melakukan matematika sederhana. Walau begitu, “Hans merespon pada penyetelan postur sederhana tanpa sadar oleh sang penanya, yang dari petunjuk inilah ia mulai menghentakkan kaki, dan sebuah gerakan kepala yang tak sadar dan hampir tidak terdeteksi yang membuat hentakan kakinya berhenti” (Hyman 1989: 425). Pemilik Hans, William Von Osten, tidak sadar akan gerakan tubuhnya sendiri yang dibaca oleh sang kuda. Gerakan tidak sadar demikian dikenal sebagai gerakan ideomotor. Istilah ini diberikan oleh William B. Carpenter tahun 1852 dalam penjelasannya untuk gerakan kayu dan pendulum oleh paranormal dan penggerakan atau pengangkatan meja oleh medium roh (yang tidak diperoleh lewat penipuan).

“Carpenter berpendapat kalau gerakan otot dapat dipicu oleh pikiran tanpa terkait dengan emosi atau kemauan. Kita mungkin tidak sadar, namun sugesti dapat dibuat oleh pikiran oleh orang lain atau pengamatan. Sugesti demikian dapat mempengaruhi pikiran dan mempengaruhi perilaku motorik” (Carroll 2003: 172). “Gerakan penunjuk di papan Ouija juga karena efek ideomotor” (Carroll 2003: 172).

Referensi

  1. 1. Carroll, R.T. 2003 The Skeptic’s Dictionary: A Collection of Strange Beliefs, Amusing Deceptions & Dangerous Delusions. Wiley & Sons.
  2. Hyman, R. 1989. The Elusive Quarry: a Scientific Appraisal of Psychical Research. Prometheus Books.
  3. Rosenthal, R. 1998. Covert Communication in Classrooms, Clinics, and Courtrooms, Eye on Psi Chi. Vol. 3, No. 1, pp. 18-22.
  4. Schick, T dan Vaughn, L. 2001. How to Think About Weird Things: Critical Thinking for a New Age.McGraw-Hill.
The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.