Diposting Senin, 28 Juni 2010 jam 3:31 pm oleh The X

Kesaksian

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 28 Juni 2010 -


Oleh Robert Todd Carrol, 2004

Atas sebagian besar apa yang kita yakini, kita mesti bertopang pada apa yang dikatakan oleh orang lain. Laporan mereka rentan salah seperti kita pula. Tetap saja, kita dapat merasa pasti atas sebagian laporan orang dan ragu atas keyakinan yang lain.

Kita tidak mesti mengharap berpikir kritis membawa pada kesepakatan universal atas segala hal, bahkan pada isu penting dimana ada sejumlah besar informasi mengenai faktanya. Kita mesti bercermin pada keterbatasan yang disebabkan oleh persepsi, ingatan, pandangan dunia, dan kesaksian orang lain. Namun kita tidak perlu menjadi sepenuhnya skeptis mengenai keyakinan yang berlandaskan pada pengamatan, ingatan dan kesaksian.

Refleksi demikian harus mendukung kita untuk membangun skeptisme yang sehat pada teori dan gagasan kita. Sejauh kita siap berargumen untuk mengajukan dan mempertahankan keyakinan secara publik, dan cukup berpikiran terbuka pada argumen yang bertentangan dan merubah posisi bila diperlukan, kita kemungkinan besar menghindari keyakinan yang tidak beralasan dan tidak benar.

Kesaksian sering sangat jelas dan detil, membuatnya tampak meyakinkan. Ia sering dibuat oleh orang yang antusias yang tampaknya terpercaya dan jujur dan tanpa punya alasan untuk menipu kita. Ia sering diberikan oleh orang dengan otoritas yang kuat, seperti doktor dibidang psikologi atau fisika.

Pada batasan tertentu, kesaksian dapat diyakini karena orang ingin meyakininya. Seringkali, seseorang mengatisipasi dengan harapan perlakuan atau instruksi baru. Kesaksian seseorang diberikan segera setelah pengalaman saat mood orang tersebut masih terangkat untuk hasil yang positif. Pengalaman dan kesaksian diberikan lebih banyak keberartian daripada yang pantas mereka dapatkan. (Carroll 2003: 375).

Karena mudah bagi orang untuk menipu diri sendiri, para ilmuan tidak biasanya bertopang pada kesaksian atau anekdot, kecuali mungkin untuk merangsang mereka merancang percobaan terkendali untuk menguji hipotesis.

Kesaksian pengalaman pribadi dalam masalah supernatural atau paranormal tidak memiliki nilai ilmiah. Bila orang lain tidak dapat mengalami hal yang sama dalam kondisi yang sama, maka tidak ada cara untuk memverifikasi pengalaman tersebut. Bila tidak ada cara untuk menguji klaim yang dibuatnya, maka tidak ada cara untuk membedakan apakah hal tersebut hanya khayalan atau benar. Bila orang lain dapat mengalami hal yang sama, maka menjadi mungkin untuk menguji kesaksian dan menentukan apakah klaim tersebut dapat dipercaya.

Kesaksian mengenai pengalaman paranormal secara ilmiah tidak berharga karena pemikiran selektif dan penipuan diri sendiri harus dikendalikan. Sebagian besar cenayang bahkan tidak menyadari kalau mereka perlu melakukan pengujian terkendali atas kekuatan mereka untuk menyingkirkan kemungkinan kalau mereka menipu diri sendiri. Mereka merasa puas dengan pengalaman mereka sebagai cenayang. Uji terkontrol cenayang akan membuktikan sekali dan untuk selamanya kalau mereka tidak selektif dalam bukti yang mereka kumpulkan, yaitu, bahwa mereka hanya menghitung keberhasilan dan mengabaikan kegagalan. Uji yang terkendalai dapat pula menentukan apakah faktor lain, seperti kecurangan dapat terlibat. (Carroll 2003: 375).

Karenanya, walau bukti kesaksian kadang mendasar – seperti dalam memberitahukan dokter anda gejala penyakit anda – adalah mudah untuk melebihkan pengalaman orang lain, khususnya bila mereka diajukan secara antusias dan otoritatif.

Referensi

Carroll, R.T. 2003. The Skeptic’s Dictionary: A Collection of Strange Beliefs, Amusing Deceptions & Dangerous Delusions. Wiley & Sons

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.