Diposting Senin, 28 Juni 2010 jam 5:13 pm oleh The X

Efek Forer

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 28 Juni 2010 -


“Kita tidak pernah tertipu; kita yang menipu diri kita sendiri.” –Goethe

“Kita senang ditipu.” –Blaise Pascal

“….delusi selalu lebih memancing daripada fakta.” –Clarence Darrow

94% profesor universitas yang berpikir kalau mereka lebih baik dalam bidangnya daripada koleganya. 25% mahasiswa percaya kalau mereka adalah 1% teratas dalam hal kemampuan mereka bersama dengan orang lain. 70% mahasiswa berpikir aklau mereka di atas rata-rata dalam kepemimpinan. Hanya dua persen diantara mereka berpikir kalau mereka dibawah rata-rata.

—Thomas Gilovich How We Know What Isn’t So

Oleh Robert Todd Carrol, 2004

Orang cenderung menerima deskripsi kepribadian umum dan kabur berlaku pada diri mereka sendiri tanpa menyadari deskripsi yang sama dapat berlaku pada siapa saja. Psikolog B. R. Forer memberikan sebuah uji kepribadian pada mahasiswanya, mengabaikan jawaban mereka, dan membagikan hasil yang sama pada setiap siswa. Ia meminta mereka menilai tugas mereka pada skala dari 0 hingga 5, dimana 5 sangat akurat. Evaluasi yang diberikan rata-rata 4.26. Tes ini telah diulang ratusan kali dan rata-ratanya tetap sekitar 4.2.

Efek Forer mungkin penyebab kenapa orang percaya astrologi, bioritme, peramal keberuntungan, grafologi, pembaca guratan telapak tangan, dan metode lain analisis karakter. Forer mengatakan kalau kecerobohan dapat bertanggung jawab atas kecenderungan pelanggan untuk menerima hasil tes kepribadian yang sama. Tampak lebih rumit daripada itu dan mungkin melihatkan bukan hanya kecerobohan, namun juga penipuan diri, pemikiran berharap, dan bias konfirmasi.

Orang cenderung menerima klaim mengenai diri mereka sendiri yang sebanding dengan keinginan mereka kalau klaim tersebut benar daripada sebanding dengan ketelitian empiris dari klaim seperti yang diukur oleh standar non subjektif.

Kita cenderung menerima tanpa mempertanyakan, bahkan pernyataan yang samah mengenai diri kita sendiri, bila kita merasa ia cukup positif. Kita sering memberi penafsiran yang sangat liberal pada klaim yang kabur atau tidak konsisten mengenai diri kita sendiri untuk membuat klaim tersebut masuk akal. (Carroll 2003: 147).

Efek Forer kadang disebut juga Efek Barnum, berdasarkan P.T. Barnum yang mengklaim mempunyai sesuatu untuk setiap orang.

Referensi

Carroll, R.T. 2003. The Skeptic’s Dictionary: A Collection of Strange Beliefs, Amusing Deceptions & Dangerous Delusions. Wiley & Sons

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.