Diposting Senin, 28 Juni 2010 jam 5:30 pm oleh The X

Berpikir Berharap dan Penipuan Diri

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 28 Juni 2010 -


Oleh Robert Todd Carrol 2004

Pikiran berharap (wishful thinking) adalah menafsirkan fakta, laporan, peristiwa, persepsi dan lain-lain, sesuai dengan apa yang diinginkan daripada sesuai bukti yang nyata. Sebagai contoh, saya yakin kalau pacar saya setia bahkan walaupun beberapa teman saya mengatakan kalau mereka melihatnya akrab dengan pria lain. Penipuan diri adalah proses atau fakta yang salah atau tidak sah tapi membawa kita untuk percaya ia benar atau sah. Penipuan diri, singkatnya, adalah cara untuk membenarkan keyakinan kita yang salah pada diri kita sendiri. Saat saya yakin kalau pacar saya menyeleweng karena ia mencintai saya dan hanya mencoba membuat saya cemburu, saya menipu diri saya sendiri.

Kita sering percaya hal-hal tertentu bukan karena kita punya bukti yang bagus namun karena kita ingin mempercayainya. Kita cenderung membenarkan hal-hal tersebut demi kita sendiri, dengan mencari bukti yang sesuai dengan apa yang sudah kita yakini atau ingin percayai.

Terlalu sering, kita mudah tertipu saat itu sesuai dengan tujuan kita. Kita mengizinkan kesetiaan atau kekerasan mengendalikan bagaimana kita berpikir mengenai mereka yang kita sayangi atau benci. Terlalu sering, kita melihat hanya apa yang kita ingin lihat dan yakini apa yang ingin kita yakini. Sebagai contoh, saat surat dengan uang untuk anak kita ditemukan terbuka dan kosong atau saat uang itu dicuri dari rumah kita, kita tidak ingin percaya kalau saudaranya sendiri yang mencurinya, sehingga kita menerima klaim kalau ia tidak bersalah. Saat ia mengatakan kalau mungkin saja yang melakukan itu temannya atau teman dari temannya, kita terlalu siap untuk menyalahkan orang lain. Kita tidak perlu bukti kesalahan; keinginan kita bukan untuk mempercayai anak kita sendiri yang mencurinya dan ini cukup untuk menipu kita untuk berpikir kalau kita tau siapa pihak yang bersalah.

Keinginan kita untuk berhasil pada beberapa hal membuat kita terbutakan oleh kesalahan atau ketidakcukupan kita, menghasilkan penyalahan ketidak mampuan kita pada orang lain.

Tipe penipuan diri yang paling menyimpang terjadi pada mereka yang menolak menerima fakta mengenai ketidakcerdasan, kekurang ambisian, atau ketidak ahlian mereka, dan menyalahkan ras lain, kelompok etnis lain atau agama lain atas tindakan atau kediaman mereka sendiri. Kesalahan ini selalu muncul dalam kelompok lain: Katolik, Yahudi, Muslim, Protestan; Republikan, Demokrat; Afrika, Asia, Meksiko; Serbia, Kroasia, Amerika; Arab, Iran, Israel atau pria kulit putih Eropa yang sudah mati.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.