Diposting Senin, 28 Juni 2010 jam 4:13 pm oleh Andy Milly

Apa itu Skeptisisme?

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 28 Juni 2010 -


Banyak orang berkata bahwa seorang skeptik adalah orang yang terlalu banyak bertanya, bawel, tukang protes, atau tidak percaya banyak hal. Oleh karena itu, seorang skeptik disebut sebagai orang yang bersikap negatif terhadap banyak hal karena tidak mempercayai banyak hal atau meragukan setiap hal. Dengan demikian, masyarakat menganggap “skeptisisme” dianggap suatu hal yang negatif karena sifatnya yang selalu menegasi banyak hal. Apakah benar demikian?

Kata “skeptik” sendiri berasal dari kata Yunani skeptoi yang artinya: orang-orang yang mencari atau orang-orang yang mencari informasi. Apa yang dicari oleh para skeptik? Mereka mencari berbagai keterangan mengenai hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Para skeptik adalah orang-orang yang tiada henti mencari tahu dan bertanya mengenai berbagai hal-hal di sekitarnya; apa yang sesungguhnya (telah) terjadi? mengapa hal itu bisa terjadi?  bagaimana hal itu bisa terjadi? bagaimana menjelaskannya? apa saja bukti-buktinya?

Dalam proses pencarian ini para skeptik melakukan berbagai penelitian, investigasi, penelusuran, pertimbangan, dan penilaian yang didasarkan pada bukti-bukti yang relevan dengan ditopang oleh daya pikir kritis dan berbagai argumentasi yang jernih serta masuk akal. Dengan demikian, skeptisisme merupakan suatu proses dalam menerapkan pikiran kritis dan akal sehat untuk memutuskan/menentukan/menetapkan kesahihan sebuah subjek atau masalah. Hal ini dinamakan dengan proses penemuan akan kesimpulan yang didukung oleh berbagai fakta, data, serta logika, dan bukannya pembenaran/penegasan terhadap kesimpulan yang sudah ada.

Sepatutnya skeptisisme memberikan pengaruh yang begitu kuat sekaligus positif bagi dunia. Skeptisisme bukanlah upaya untuk menghancurkan/meruntuhkan/menolak mentah-mentah banyak hal, seperti yang disangkakan selama ini. Skeptisisme adalah upaya untuk mengarahkan kembali perhatian manusia pada bukti-bukti relevan yang ditunjang oleh akal sehat sekaligus menyingkirkan berbagai takhyul yang ada dan berkembang dalam masyarakat. Oleh karena itu, skeptisisme berupaya mengarahkan berbagai pandangan dan ide sehat manusia demi pemikiran yang nyata dan tidak dibelenggu oleh berbagai pemikiran yang bernuansa fantasi.

Apa ukurannya? Berbagai metode saintifik adalah tolok ukur yang digunakan para skeptik untuk mempertimbangkan, mengukur, dan mempertimbangkan semua hal. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat anekdot serta berbagai pengakuan atau kesaksian orang yang umumnya tidak didukung oleh berbagai bukti relevan dan argumentasi yang masuk akal seringkali ditolak oleh para skeptik. Inilah yang membuat para skeptik seringkali dijuluki sebagai orang-orang yang memiliki sikap negatif karena tidak mempercayai orang lain. Namun sesungguhnya yang terjadi adalah bahwa para skeptik adalah orang-orang yang membutuhkan berbagai berbagai bukti relevan yang didukung oleh argumen-argumen yang masuk akal.

Yang harus ditekankan dan diingat adalah bahwa berbagai klaim “luar biasa” membutuhkan berbagai penjelasan dan bukti yang juga “luar biasa”, khususnya berbagai hal yang berkaitan dengan fenomena paranormal dan supernatural. Dengan demikian, skeptisisme adalah suatu proses yang sangat diperlukan, bermanfaat, dan positif dalam upaya menemukan “kebenaran.”


(Andy Milly)
Andy Milly
Seorang yang selalu berupaya berpikir kritis dan bersikap skeptis terhadap berbagai hal.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.