Diposting Minggu, 27 Juni 2010 jam 12:14 am oleh The X

Standar Pemeriksaan Kritis

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 27 Juni 2010 -


plato dan aristoteles dalam sebuah lukisan

Oleh Robert T Carrol, 2004

Semenjak awalnya di Yunani sekitar 2500 tahun lalu, filsafat dan sains barat telah menjadi aktivitas publik. Sebagian pemikir terbaik dari tiap generasi menyajikan pandangan mereka mengenai isu penting untuk diterima atau ditolak oleh warga negaranya. Hanya dengan menggunakan kekuatan nalar dan semangat, bukannya ancaman siksaan, kematian atau penghujatan, para pemikir kritis masa lalu mengembangkan aturan dan petunjuk untuk menentukan keyakinan dan tindakan. Pendahulu mereka bertopang pada tulisan kuno dan kebiasaan, atau pada kekuatan yang mereka dapatkan dari posisi sosial mereka, untuk memaksakan persetujuan.

Para filsuf dan ilmuan yang berpikir kritis menggunakan bukti yang tersedia untuk semua saat mereka mencoba menemukan kebenaran dan mendorong orang lain menerima penemuan mereka.

Adalah benar kalau kadang argumen dan perdebatan filsuf berputar pada pertanyaan yang tidak dapat dijawab secara mutlak. Juga benar kalau tidak ada kesepakatan universal mengenai metode dan standar evaluasi yang digunakan dalam perdebatan ini. Walau demikian, sebagian besar kemajuan telah dibuat untuk memahami bukan hanya cakupan dan batasan pengetahuan yang mungkin, namun juga landasan keyakinan yang masuk akal. Tiga daerah penting filsafat yang relevan dengan berpikir kritis adalah logika, epistemologi dan etika. Logika dan epistemologi memiliki akar sejarah yang panjang dan penting dalam menyumbangkan secara signifikan pada metode dan standar evaluasi yang sekarang banyak digunakan dalam sains, hukum dan filsafat. Etika paling penting dalam sumbangannya pada standar untuk mengevaluasi moralitas tindakan. Logika mempelajari prinsip-prinsip penalaran yang sah dan tidak sah. Ruang lingkup logika lebih sempit daripada ruang lingkup berpikirkritis, yang berurusan dengan pemeriksaan pembenaran keyakinan dan tindakan. Epistemologi mempelajari asal usul, sifat dan batasan pengetahuan.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.