Diposting Minggu, 27 Juni 2010 jam 12:29 am oleh The X

Socrates

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 27 Juni 2010 - Socrates adalah tokoh yang diceritakan dalam karya-karya dialog Plato. Beliau adalah salah seorang tokoh berpikir kritis


Oleh Robert T Carrol, 2004

Salah seorang filsuf yang memiliki pengaruh besar pada standar berpikir kritisi kita adalah Socrates (469 – 399 SM) dari Plato (470 – 347 SM). “Kehidupan yang tidak diperiksa tidak pantas untuk ditinggali,” kata Socrates dalam Apology karya Plato. Socrates terkenal sebagai seorang tokoh dalam dialog-dialog Plato. Selama berabad-abad, Socrates telah menjadi model integritas dan inquiry intelektual: pemikir kritis yang ideal. Tidak aneh kalau ia mendapatkan reputasi ini. Metode mempertanyakan dan melakukan pemeriksaan silang dari posisi berasal darinya, dan diambil sebagai gagasan ideal berpikir kritis. Teknik ini dikenal sebagai Metode Sokratik – dinamakan demikian dari teknik yang ia gunakan dalam dialog Plato yang paling tua seperti Gorgias, Euthyphro, Apology, dan bagian pertama Republic. Dalam dialog-dialog tersebut, Socrates membahas beberapa isu seperti sifat kebaikan, ketakwaan atau keadilan, dan lewat sederetan pertanyaan memeriksa makna dan akibat dari beberapa pandangan yang diajukan orang lain. Dalam tiap kasus, Socrates digambarkan menghadapi seseorang yang mengklaim sebagai seorang ahli. Setiap ahli digambarkan sebagai orang yang sombong dan yakin, tanpa keraguan sedikitpun. Socrates membawa antagonisnya bukan pada jawabannya namun pada kebingungan.

Apa yang Plato tampaknya kagumi pada Socrates bukan hanya metode pemeriksaan silangnya, namun juga sikapnya yang rendah hati dan skeptik. Sikap ini bertentangan nyata dengan kesombongan pendeta Euthyphro atau sofis Thrasymanchus. Makna Socrates jelas. Orang yang sombong tidak memeriksa pandangan mereka. Mereka tidak pantas ditiru.

Dari semua karya Plato, mungkin yang paling dikenal adalah Apology, pembahasan mengenai pengadilan pada Socrates atas ketidak salehan dan mempengaruhi para pemuda Athena secara negatif. Tidak ada tulisan Plato yang punya pengaruh besar selain ini dalam sikap para filsuf penerusnya. Dalam Apology, Socrates digambarkan sedang mempertahankan jalan hidupnya, bukannya mempertahankan dirinya sendiri atas tuduhan kepadanya. Dalam salah satu karya paling hebat dalam sastra barat, Socrates mempertahankan hidup yang penuh dengan inkuiri dan pemeriksaan keyakinan dan tindakan. Akhirnya, Socrates meyakinkan para penuduhnya kalau hukuman mati kepadanya akan menjamin kalau ia akan terkenal sepanjang sejarah sebagai tokoh heroik, orang yang mati atas “kejahatan” berpikir sendiri dan mendorong orang lain untuk berpikir sendiri.

Socrates mungkin telah dihukum mati dua ribu tahun lalu, namun semangat inquiry kritisnya tetap hidup. Salah satu pertimbangan kritis utama Socrates adalah kejelasan. Tentu saja, standar kejelasan berubahan. Saat kita menjadi semakin sadar atas kekuatan dan fungsi bahasa, kita menjadi semakin menuntut kejelasan dan pemahaman dari batas-batas pengetahuan kita. Secara serentak, mereka yang ingin memanipulasi pikiran dan tindakan orang lain (pengiklan, politikus, aktor, pendakwah, host talk show, pengacara, perekrut aliran keyakinan, dan semacamnya) terus menggunakan kekuatan kreatif mereka untuk mendorong kita percaya atau melakukan sesuatu yang tidak jelas bagi kita.

Saat ini, studi kejelasan memerlukan studi penyerta dari teknik persuasi ahli propaganda modern, khususnya usaha mereka untuk memanipulasi pikiran dan tindakan lewat penggunaan yang cerdik dan penyalahgunaan bahasa.

Socrates tidak membahas kejelasan untuknya sendiri, walau demikian. Ia tau kalau tanpa kejelasan kita tidak dapat memahami apa yang diajukan untuk diyakini atau dilakukan. Namun ia juga menyadari kalau kejelasan tidak cukup untuk mendasari keyakinan atau tindakan. Sekarang kita menyadari kalau selain berdasarkan klaim yang jelas, keyakinan dan tindakan seorang pemikir kritis harus berdasarkan informasi yang akurat. Informasi hanya dapat dipandang akurat dalam hal sumbernya. Bila kita tidak dapat menemukan sesuatu untuk diri kita, kriteria apa yang harus kita gunakan untuk menentukan akurasi dan kehandalan dari sumber, khususnya sumber yang mengklaim semacam keahlian atau pengetahuan khusus? Seberapa akuratkah media massa, salah satu sumber utama informasi dari kebanyakan orang?

Apa yang membuat alasan atau seperangkat alasan sudah cukup untuk membenarkan untuk percaya sesuatu atau melakukan sesuatu. Karena, pada akhirnya, sebuah alasan yang bagus harus relevan untuk membenarkan kepercayaan atau tindakan, isu relevansi harus diangkat ke permukaan. Alasan yang bagus juga harus cukup untuk menjamin penerimaan keyakinan atau tindakan tertentu. Karenanya, kriteria untuk menilai kecukupan bukti akan diperiksa secara detil, termasuk seberapa banyak berat harus diberikan pada tiap potongan bukti. Kita juga akan mempertimbangkan syarat kelengkapan: bukti penyanggah tidak boleh ditutupi atau di abaikan, sehingga segala yang relevan dengan isu ini disajikan.

Bagus kalau anda, sebagai manajer keselamatan bandara hipotetik, memandang setiap ancaman bom secara serius. Namun anda harus mempertimbangkan semua bukti yang relevan, termasuk fakta kalau orang kadang berbohong untuk tujuannya sendiri. Anda harus membuat usaha untuk mendapatkan informasi lebih banyak mengenai sumbernya. Bertopang pada bakat paranormal yang dikatakan sendiri di acara televisi tidaklah cukup.

Mengetahui dan bertopang pada standar berpikir kritis akan membawa kita maju lebih jauh dan menjadi pemikir kritis. Namun bila kita tidak memiliki sikap yang benar, kita dapat gagal walaupun kita tahu mengenai standarnya.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.