Diposting Minggu, 27 Juni 2010 jam 5:50 am oleh The X

Persepsi Indera

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 27 Juni 2010 -


Oleh Robert Todd Carrol, 2004

“… bila lawan dari semua kebenaran yang penting tidak ada, penting bagi kita untuk membuatnya sendiri dan memperkuatnya dengan argumen terkokoh sebaik mungkin yang bisa dibuat oleh setan.”
-John Stuart Mill, On Liberty
“Berpikirlah terbuka, tapi jangan terlalu terbuka sehingga otakmu berhamburan.”
–Jacob Needleman

Memiliki sikap yang benar dan mengetahui standar evaluasi tidaklah cukup untuk menjamin kalau anda selalu berhasil dalam berpikir kritis. Manusia adalah subjek sejumlah keterbatasan dan halangan yang selamanya berada di jalan pemahaman kita.

Aristoteles menyarankan kalau kita tidak boleh menuntut lebih banyak kepastian dari pada yang diizinkan oleh subjek (Nichomachean Ethics, I, iii.). Ini saran yang bagus 2500 tahun lalu dan masih bagus untuk sekarang. Sebagian besar subjek yang membuat kita peduli dalam kehidupan kita sehari-hari tidak mampu meraih kepastian mutlak. Yang terbaik yang dapat kita harapkan adalah kepastian yang masuk akal yang membawa kita pada keyakinan terbaik yang mungkin. Ketiadaan kecerobohan dan kepastian mutlak jauh dari jangkauan kita.

Pikirkan, misalnya, mengenai sumber dari sebagian besar keyakinan kita: persepsi indera. Setiap indera memiliki keterbatasan: Setiap indera memiliki sebuah tembok yang tidak dapat kita lewati. Kita dapat membuat tembok itu menjauh dengan memakai alat seperti teleskop dan mikroskop. Namun alat tersebut juga punya keterbatasan. Instrumen kita memperluas pengetahuan kita namun mereka sendiri, memiliki batasan.

Lebih jauh, tiap persepsi harus pula ditafsirkan. Dengan tiap penafsiran, kemungkinan untuk salah selalu ada. Masing-masing dari kita pernah salah tentang sesuatu yang kita lihat atau dengar. Walaupun kita sering memperlakukan fakta sebagai sesuatu yang pasti dan tidak mungkin salah, kenyataannya tidak demikian. Fakta adalah hal-hal yang tidak kita ragukan. Kita menyebut sesuatu itu fakta bila kita memandang bahwa menyangkalnya adalah sesuatu yang sangat tidak masuk akal. Namun, karena kepahaman kita pada fakta berdasarkan pada persepsi indera, kita tidak dapat mengklaim mengetahui sebuah fakta dengan derajat kepastian mutlak.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.