Diposting Minggu, 27 Juni 2010 jam 12:00 am oleh The X

Apa yang dimaksud berpikir kritis?

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 27 Juni 2010 -


 

Oleh Robert T Carrol, 2004

Kenapa sebagian orang lebih baik dalam menyelesaikan masalah dan membuat keputusan daripada orang lain? Jawabannya sepertinya jelas: sebagian orang lebih cerdas dari yang lain. Namun cerdas saja tidak cukup. Orang yang mengikuti aturan seperti “Kita tidak boleh mengabaikan segalanya” bermain terlalu aman. Kita bileh mengabaikan beberapa hal karena hal tersebut tidak mungkin. Tidak masuk akal melakukan pencarian bom karena saran dari paranormal karena tidak ada bukti kalau saran paranormal itu lebih handal daripada melontar koin atau mengocok dadu. Bagaimana kalau sang paranormal mengatakan kalau beonya mengatakan kepadanya – secara telepati – kalau ada bom di pesawat? Maukah anda mencari buktinya? Bila ya, anda tidak berpikir kritis. Bila anda menahan sang paranormal, anda bisa bertanya untuk menyelidiki lebih lanjut. Apakah ia pernah membuat klaim seperti ini sebelumnya? Bagaimana klaimnya bahwa ia berhasil memecahkan masalah kejahatan menggunakan kekuatan paranormalnya? Apakah menurutmu para penyusun acara talk show di televisi tersebut sudah memeriksa klaimnya sebelumnya? (Kenyataannya, boss anda memeriksa internet dan dalam lima menit menemukan catatan seorang wartawan penyelidik yang terkenal telah menyelidiki klaim paranormal yang memecahkan kejahatan tersebut dan menemukan kalau tidak satupun klaimnya benar.)

Kenapa beberapa orang lebih baik dari yang lain dalam mendukung keyakinan dan tindakan mereka dengan alasan yang baik? Kembali, jawabannya tampak jelas: Sebagian orang lebih banyak tahu atau lebih cerdik dari yang lain. Tetap saja, dua orang yang sama cerdas, dapat sama cerdik dan sama pengetahuannya, namun tidak sama bagusnya dalam hal berpikir yang baik. Bila hanya satu dari mereka yang berpikir kritis, orang ini pasti lebih baik dalam hal menganalisa dan mengevaluasi fakta serta pendapat, sumber serta klaim, pilihan dan alternatif. Pemikir kritis adalah pemecah masalah dan pembuat keputusan yang lebih baik.

Saat kita berpikir kritis, kita menggunakan pengetahuan dan kecerdasan kita secara efektif untuk tiba pada posisi yang paling masuk akal dan sah sebisa mungkin. Saat kita tidak berpikir kritis – tidak peduli seberapa pintar atau berpengetahuankah kita – kita akan membuat keputusan tidak masuk akal dan tiba pada keyakinan yang tidak masuk akal atau mengambil tindakan yang tidak beralasan kuat, kecuali kita beruntung dan ternyata mengambil pilihan yang benar walau alasannya salah! Sebagai contoh, bayangkan kalau tim gegana memang menemukan bom. Anda terkesan bukan? Tidak harus, bisa jadi sang paranormal yang menanam bom tersebut untuk membuatnya terlihat seperti seorang dengan kekuatan supernatural sehingga karirnya melambung, namun anda sebenarnya memerintahkan pencarian bom karena anda sungguh percaya kalau sang paranormal itu memang punya kekuatan ghaib. Artinya keberuntungan berada di pihak anda. Anda harusnya memerintahkan pesawat diperiksa dan menahan sang paranormal untuk dimintai keterangan. Bila bom ditemukan, masuk akal untuk menyimpulkan kalau paranormal tersebut punya informasi rahasia yang ia ketahui sebelumnya atau bahkan bisa jadi kalau ia sendiri yang memasang bom tersebut. Tidak masuk akal untuk menyimpulkan bahwa paranormal tersebut punya kekuatan ghaib. Seperti kata boss anda, ada sedikit sekali, kalau pun ada, bukti kalau paranormal dimanapun berhasil meramalkan kalau ada bom yang dipasang di pesawat. Di sisi lain, ada banyak sekali contoh dimana orang berbohong dan menipu untuk meningkatkan karir mereka atau mendapatkan perhatian.

Tujuan berpikir kritis itu sederhana: untuk menjamin, sejauh mungkin, kalau keyakinan dan tindakan seseorang itu sah dan dapat bertahan lewat analisis rasional. Apa yang kita lakukan saat kita berpikir kritis? Secara umum, kita dapat mengatakan kalau berpikir kritis adalah berpikir jernih, teliti, penuh pengetahuan, dan adil saat memeriksa alasan untuk percaya atau berbuat sesuatu. Ini kadang lebih mudah dikatakan daripada dikerjakan. Selanjutnya dalam artikel ini akan dibahas beberapa faktor utama yang akan membatasi atau bahkan menghalang-halangi bagi orang yang paling cerdas dan cerdik di antara kita untuk menjadi pemikir kritis yang berhasil. Namun pertama, mari kita lihat standar yang memandu seorang pemikir kritis.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.