Diposting Sabtu, 26 Juni 2010 jam 4:40 am oleh Ribhararnus Pracutiar

Menganalisa Makanan dan Minuman dengan MagLev

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 26 Juni 2010 -


penggunaan maglev dalam makanan, tekhnologi masa depan

Para ilmuwan melaporkan menempatkan maglev untuk digunakan dalam sebuah sensor murah untuk menganilisa makanan, air, dan minuman lainnya (Kredit : iStockphoto / Studio Morgan Lane)

Para ilmuwan melaporkan pengembangan dari penggunaan baru levitasi magnetik atau disingkat “maglev”, yaitu teknologi futuristik yang terkenal dengan memungkinkan kereta penumpang berkecapatan tinggi melayang diatas rel. Dalam ACS bi-weekly Journal of Agricultural and Food Chemistry ( Jurnal dwi-mingguan Pertanian dan Pangan Kimia ), mereka menggambarkan penempatan maglev untuk digunakan dalam sebuah sensor murah untuk menganalisis makanan, air, dan minuman lainnya.

George Whitesides dan rekannya mencatat bahwa pengukuran densitas suatu zat sangat penting untuk industri makanan, perawatan kesehatan, dan pengaturan lain karena dapat memberikan informasi kunci tentang komposisi kimia. Pengukuran Kepadatan, misalnya, dapat menentukan kadar gula dan minuman ringan, jumlah alkohol dalam anggur, atau apakah air irigasi mengandung terlalu banyak garam untuk digunakan di sawah. Perangkat yang ada untuk melakukan hal tersebut jauh dari ideal, dan perlu disederhanakan, lebih murah, dan harus merupakan tekhnologi mudah digunakan.

Para ilmuwan menjelaskan pengembangan dari sensor khusus yang menggunakan maglev untuk memenuhi kebutuhan tersebut, menahan sampel padat atau cairnya dengan bantuan magnet untuk mengukur kepadatannya. Kira-kira seukuran balok es, sensor terdiri dari sebuah wadah berisi cairan dengan magnet. Contoh dari material yang berbeda dapat diletakkan di dalamnya, dan jarak mereka berpindah tempat dengan cepat melalui fluida memberikan suatu pengukuran dari kepadatannya. Para ilmuwan menunjukkan bahwa perangkat dengan cepat bisa memperkirakan kandungan garam dari sampel air yang berbeda dan kandungan lemak relatif pada jenis susu, keju, dan selai kacang. “Potensi dari aplikasi maglev mungkin termasuk mengevaluasi kesesuaian air untuk minum atau irigasi, menilai kandungan lemak dalam makanan dan minuman, atau pemantauan pengelolahan biji-bijian (misalnya, menghapus atau mengeringkan kulit)” catatan artike.

American Chemical Society (2010, June 24). Analyzing food and beverages with magnetic levitation. ScienceDaily. Retrieved June 26, 2010, from http://www.sciencedaily.com­ /releases/2010/06/100623124256.htm

Ribhararnus Pracutiar

adalah seorang pecinta teori fisika. Seorang penulis lepas. Memiliki latar belakang sebagai developer aplikasi website. Dan berusaha menulis pemahaman terhadap teori-teori fisika dan berita-berita sains terbaru kepada khalayak umum, dengan bahasa seringan mungkin agar bisa ditangkap.

"Misi saya adalah membuat orang awam yang tidak paham sains sekalipun akan bisa mencintai sains"

Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.