Diposting Kamis, 24 Juni 2010 jam 7:42 pm oleh The X

Kloning

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 24 Juni 2010 -


Klon adalah sel, sekelompok sel atau bahkan satu organisme yang memuat informasi genetik yang sama persis dengan sel atau organisme induknya. Seperti punya anak yang sama persis dengan ibunya dan ia sama sekali tidak punya bapak. Ini karena klon adalah semacam reproduksi aseksual. Ini bukan hal baru sih. Kita sudah beribu tahun mengklon tanaman lewat cangkokan, stek atau umbi batang. Walau begitu, ada yang baru disini. Manusia sudah mampu mengembangkan kloning dalam tahap genetik. Klon pertama, dua ribu tahun lalu, adalah tanaman yang dikembangkan dari cangkokan atau stek. Sekarang, kita memakai teknik laboratorium canggih dan memanfaatkan replikasi DNA untuk menghasilkan kloning. Di antara teknik ini adalah kemampuan mengisolasi dan menyalin (ya mengkloning itu) gen individual yang mengarahkan perkembangan organisme.

Janji Kloning

Kloning gen tertentu dapat memberi sejumlah besar salinan gen tersebut untuk dipakai dalam penelitian genetik dan taksonomik dan juga pada bidang pengobatan serta pertanian. Di bidang pertanian misalnya, tujuannya adalah mengklon tanaman dengan ciri tertentu yang membuatnya tahan terhadap organisme lain, seperti hama. Misalnya saja, tahun 1985 para ilmuan melakukan uji lapangan menggunakan klon tanaman yang gennya sudah di ubah di lab untuk menjadi tahan serangga, virus dan bakteri.

Untai tanaman baru yang dihasilkan dari kloning dapat menghasilkan tanaman pangan yang dapat tumbuh di tanah yang gersang atau bahkan di dalam air. Selain itu bisa dihasilkan buah atau sayuran yang memiliki kualitas nutrisi lebih tinggi dan lebih panjang usianya saat masak. Ada teknik kloning yang namanya pengembaran (twinning) yang dapat membuat hewan ternak melahirkan kembar atau bahkan kembar tiga. Di lingkungan yang liar, hal ini dapat mencegah hewan langka dari kepunahan.

Dalam bidang kedokteran dan kesehatan, kloning sudah dipakai untuk membuat vaksin dan hormon. Kita sudah bisa, dengan menggabungkan dua jenis sel (seperti sel tikus dan sel kanker manusia) untuk menghasilkan sejumlah besar antibodi tertentu, lewat sistem kekebalan, untuk memerangi penyakit. Saat disuntikkan kedalam aliran darah, antibodi klon ini mencari dan menyerang sel penyebab penyakit dimanapun ditubuh kita. Dengan menempelkan antibodi klon pada unsur pelacak, para ilmuan dapat menemukan kanker tersembunyi, dan dengan menempelkan obat penghancur kanker, dosis perawatan dapat dikirim langsung ke sel kanker.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.