Diposting Kamis, 24 Juni 2010 jam 7:22 am oleh The X

Bisnis Besar DNA

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 24 Juni 2010 -


Semenjak terobosan penemuan Watson, Crick dan kawan-kawannya, tahun 1950an, rekayasa genetika menjadi mungkin dan membuka sebuah bidang baru yang menjanjikan. Janjinya adalah peningkatan kehidupan manusia dan keuntungan bagi mereka yang mau membiayai penelitiannya. Penerapan rekayasa genetik itu bisa dibilang tidak terbatas – dan karenanya menjadi ladang bisnis juga. Sejak tahun 1970an, para pengusaha sudah mengenali potensi dibalik produk rekayasa genetika, yang menjanjikan revolusi kehidupan, teknologi dan perdagangan seperti yang dilakukan oleh komputer. Lalu muncullah istilah bioteknologi, yaitu penggunaan rekayasa genetika untuk tujuan komersial.

Beberapa perusahaan bioteknologi pertama didirikan oleh para ilmuan untuk penelitian dasar: Boyer, misalnya, bekerja sama dengan pengusaha besar Robert Swanson tahun 1976 untuk membangun Genentech (Genetic Engineering Technology). Perusahaan perintis lainnya, seperti Cetus, Biogen, dan Genex, juga didirikan atas kerjasama ilmuan dan pengusaha. Sekarang bioteknologi menjanjikan banyak revolusi, seperti pertanian.

Teknik rekombinan DNA memungkinkan para ilmuan menghasilkan tanaman yang tahan beku, tanaman yang lebih lama masaknya, tanaman yang memiliki kekebalan terhadap hama, dan sebagainya. Tahun 1988 para ilmuan telah menguji lebih dari dua lusin jenis tanaman hasil rekayasa yang memiliki sifat demikian. Tapi yang paling menjanjikan adalah penerapan rekayasa genetika pada bidang kesehatan dan penyembuhan penyakit.

Obat dan Penyembuhan

Penggunaan rDNA memungkinkan para ilmuan menghasilkan produk yang sebelumnya hanya tersedia sangat terbatas: misalnya, insulin, yang pernah kita bahas. Hingga tahun 1980an, sumber satu-satunya insulin untuk penderita diabetes hanyalah dari hewan yang dipotong untuk dimakan dagingnya dan tujuan lain. Persediaannya gak pernah cukup sehingga harganya mahal. Lalu, tahun 1982, Dinas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat, FDA, menyetujui penjualan insulin dari organisme yang direkayasa secara genetik. Ini pertama kalinya loh. Sejak tahun 1982 itulah, beberapa produk lainnya, seperti hormon pertumbuhan manusia, dibuat dengan teknik rDNA.

Salah satu potensi paling menjanjikan rekayasa genetika adalah perawatan penderita gangguan genetik, lewat penggunaan terapi gen. Ada 3 ribu jenis gangguan gen, dan beberapa diantaranya sangat fatal. Kebanyakan gangguan ini disebabkan oleh kesalahan kecil dalam barisan DNA. Rekayasa genetik menawarkan potensi untuk memberikan salinan gen yang benar pada individual, yang dapat memberikan penyembuhan kepadanya. Tahun 1980 an, para ilmuan memulai percobaan klinik pada prosedur terapi gen manusia untuk menggantikan gen yang rusak. Teknik ini, masih sangat muda, tapi menawarkan harapan penyembuhan atas penyakit yang sudah lama tidak dapat disembuhkan oleh obat manapun.

Tahun 2001 para ilmuan dari Istitut Weizmann di Israel menyatukan dua bidang keilmuan besar, bioteknologi dan ilmu komputer, untuk menghasilkan komputer nano pemproses DNA. Ini komputer beneran loh. Tapi begitu kecilnya sehingga satu tabung isinya bisa satu triliun komputer semacam ini. Ia terdiri dari enzim pemproses DNA dan DNA itu sendiri, keduanya terlarutkan dalam cairan; jadi inputnya, outputnya dan softwarenya semua dalam bentuk molekul DNA. Tujuan komputer nano ini untuk menganalisa DNA, mendeteksi ketidak normalan dalam tubuh manusia dan menciptakan obat untuknya.

Proyek Genom Manusia

Proyek Genom Manusia (HGP) merupakan proyek studi genetika besar, dengan beragam jenis penerapan potensial. Ia adalah kerjasama internasional untuk menganalisa dan memetakan DNA manusia dan beberapa organisme lainnya. HGP dirintis oleh Komisi Energi Atom, pendahulu Departemen Energi Amerika Serikat, untuk mempelajari efek genetik dari hujan nuklir radioaktif. Wih, horror. Tahun 1990, Departemen Energi bekerjasama dengan Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (NIH), meluncurkan proyeknya. Di saat yang sama, pemerintah Inggris, Jepang, Rusia, Perancis dan Italia, juga memulai proyek yang sama, yang kemudian disatukan dalam sebuah kerjasama internasional dengan Amerika Serikat. (Kapan Indonesia ya? )

Tujuan proyek ini adalah menentukan semua gen manusia beserta struktur dan fungsinya. Pengetahuan yang diperoleh dari ini dapat dipakai dalam studi kesehatan, penyakit, biologi dan pengobatan pada abad ke-21 dan tidak diragukan lagi akan memungkinkan penyembuhan pada tak terhitung jenis penyakit. Walau terobosan besar sudah dibuat oleh terapi gen dalam waktu singkat, kegunaan potensialnya masih dibatasi oleh kurangnya data ilmiah mengenai begitu banyak fungsi yang dikendalikan oleh gen pada tubuh manusia. Agar terapi gen bisa maju sepenuhnya, para ilmuan harus menemukan peran dari tiap gen, dan menemukan masing-masing pasangan basa yang menyusunnya.

Ada kemajuan

Para ilmuan yang ikut serta dalam proyek ini berhasil menemukan satu gen baru setiap hari, dan tingkat penemuan ini terus meningkat. Pada saat pendiriannya ditahun 1990 (dibawah pimpinan James D. Watson, yang menjadi direktur sampai tahun 1992), HGP di duga akan selesai tahun 2005.

Tahun 2002, sayangnya, para pemimpin proyek meramalkan proyek akan selesai beberapa tahun lagi. Sejauh ini mereka sudah menemukan kalau genom manusia, yang awalnya diduga memiliki 100 ribu hingga 150 ribu gen, ternyata hanya mengandung 30 ribu hingga 40 ribu gen saja.

Baik HGP maupun sebuah perusahaan swasta bernama Celera Genomics (didirikan tahun 1998), telah melakukan studi genom manusia, dan bulan juni 2000, kedua badan ini melaporkan kalau mereka telah selesai melakukan pembarisan tiga miliar pasangan basa di genom manusia. Sampai saat itu, para ilmuan juga telah selesai membariskan DNA banyak organisme lainnya. Landasan pengambilan DNA dari organisme lain tentunya alasan evolusi. Manusia memiliki banyak sekali gen yang sama dengan yang ada pada mahluk hidup lain. Dengan selesainya pembarisan awal ini, para ilmuan mulai menentukan barisan yang pasti dari tiap pasangan basa yang menyusun semua gen manusia. Jauh sebelum itu, proyek ini telah memberikan beberapa informasi. Sebagian gen yang ditemukan oleh HGP termasuklah gen yang mengendalikan reproduksi HIV, yang menyebabkan AIDS. Para ilmuan juga sudah menemukan gen yang bertanggung jawab atas kerentanan seseorang menjadi gemuk dan juga gen yang bertanggung jawab atas penyakit keturunan seperti penyakit Huntington, penyakit Lou Gehrig (atau sklerosis lateral amyotrofik (ALS)), dan beberapa jenis kanker usus besar dan kanker payudara.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.